<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-18366779</id><updated>2011-04-21T13:13:59.004-07:00</updated><title type='text'>Addicted to Weblog</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://duniafiksi.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18366779/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://duniafiksi.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Labibah</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>26</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-18366779.post-6076860237692519355</id><published>2007-07-15T15:28:00.001-07:00</published><updated>2007-07-15T15:28:55.472-07:00</updated><title type='text'>Review: Addicted to Weblog by Sa</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Addicted To Weblog: Kisah Perempuan dalam Dua Dunia (2005)&lt;/span&gt; Jul 14, '07 8:12 PM&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Category: Books&lt;br /&gt;Genre:  Literature &amp; Fiction&lt;br /&gt;Author: Labibah Zain&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengawali membaca buku ini, saya tidak melewatkan kata pengantar yang (biasanya, kalau saya membaca buku..) saya artikan sebagai ‘pegangan’ untuk membaca sebuah buku dengan lebih seksama. Kata pengantar akan saya baca di awal dan mengulang membacanya kembali setelah selesai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Addicted to Weblog adalah judul buku yang berisi kumpulan cerpen Labibah Zain aka maknyak (-nya Blogfam). Buku ini disertai judul ‘kecil’: Kisah Perempuan dalam Dua Dunia. Bekerja sama dengan seorang Labibah dalam penyusunan 2 buku komunitas Blogfam di tahun 2006 kemarin, saya bisa cukup ‘paham’ mengapa ada judul utama dan judul tambahan. Jadi tak perlu ditanyakan lagi mengapa judul buku ini tidak menggambarkan isi keseluruhan buku: karena judul ini adalah salah satu judul cerpen dari kumpulan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu: Addicted to Weblog: Kisah Perempuan dalam Dua Dunia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cerpen ini telah berhasil membawa nama-nama perempuan yang dikenalnya lewat dunia maya. Malah ada si pemakai kata ‘basgur’ je. (cetuk!). dan juga membawa nama komunitas Blogger Family dalam rangkaian kata yang ada. Yes!&lt;br /&gt;Perempuan dalam 2 dunia yang diceritakan, adalah perempuan yang punya kehidupan di alam nyata sebagai istri dan ibu dari 2 anak; perempuan yang mempunyai tanggung jawab untuk menjalankan kewajibannya. Dan dunia yang satu lagi adalah dunia maya yang baginya memberikan sentuhan lain, sentuhan yang berbeda tapi menarik. Melalui dunia ini, perempuan ini ingin menjalankan haknya. Hak untuk punya waktu bagi diri sendiri.&lt;br /&gt;Akhir cerita adalah rangkaian kata yang ‘ngageti’, baik dalam menyambungkan awal dan akhir yang terkesan dadakan atau terburu-buru maupun ‘ngageti’ karena adanya kenangan atas seorang bunda yang para blogger kenal. Dia yang pergi meninggalkan 2 anaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua: Perempuan dan Lelaki Maya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Munculah nama Sinta. Nama ini tidak hanya saya temukan di satu cerpen saja. Labibah (doh, ga enak amat make nama beneran nulisnya haha..) sepertinya merangkaikan kata berdasarkan pengalamannya dalam dunia chatting. Keunikan di dunia maya selalu bisa menjadi bahan penceritaan, namun toh ada keterkaitan dalam kehidupan di dunia non maya. Cerpen ini ingin menunjukkan perempuan yang bisa ‘mempermainkan’ kaum lelaki, perempuan pun bisa menjadi di posisi yang melemahkan lelaki. Hanya saja, Sinta masih menjadi perempuan yang tidak beruntung walaupun kata ‘menaklukkan’ bisa dilakukannya di dunia maya. Di sisi lain, Perempuan dan Lelaki Maya menjadi sentakan bagi pembaca, “Wah, buku ini untuk kalangan dewasa ya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiga: Perempuan dalam Kegelapan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Petty nama perempuan itu dan chatting kembali menjadi ‘sebab’ perubahan perjalanan hidup. Memasukki cerpen ketiga, saya mulai merasakan ada 'panas' yang menjalar hehe…, dan makin nampak bahwa buku ini untuk yang sudah dewasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Empat: Perempuan itu bernama Sinta&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah kan. Sinta lagi. Ada Sinta dan makin ‘panas’. Bercinta di dunia maya.&lt;br /&gt;Yang saya bahasakan sebagai: masturbasi bersamaan. hihi..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lima: Perempuan dalam Dua Etalase&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sinta ke-3, Sinta yang mesti mengikuti ajakan para blogger belakangan ini:&lt;br /&gt;“Jangan bugil di depan kamera.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Enam: Perempuan 17 tahun&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perempuan ini tidak berkelana di dunia maya. Setidaknya itu yang saya tahu, entah kalau ada hal yang tidak saya ketahui. Dia ada di dunia nyata dan menjadi tokoh dengan pengalaman yang menarik. Ah perempuan, di tangan seorang Labibah, kau menjadi seorang korban. :(&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tujuh: Perempuan di Sudut Taman&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum mempunyai buku ini, seorang teman sempat membisikkan contekan: “Kamu pasti tahu siapa yang diceritakan di sana.”&lt;br /&gt;Sebuah contekan yang sempat bikin ingin tahu banget. Dan, iya, saya bisa menebaknya. Di cerita ini hanya ada satu tokoh yang digambarkan, tapi jika memperhatikan adanya kejadian yang berbeda, saya yakin, ini bukan bercerita tentang satu tokoh hehe.. Tapi yah, bagaimanapun juga hanya si penulis yang tahu.&lt;br /&gt;Apakah akan ada Lelaki di Sudut Taman, Mak? Ataukah akan bertambah sifat/karakter dari si Perempuan ini? Cerpen ini masuk dalam kategori dunia maya, yang dibungkus dengan sangat memikat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Delapan: Perempuan Pengusung Tradisi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Membaca cerpen ini mengharuskan saya membuka halaman tambahan yang ada di belakang. Banyak istilah Arab yang mesti saya ketahui artinya sebelum meneruskan membaca. Sebuah cerita yang menjelaskan akan kehidupan sebuah tradisi yang tidak pernah saya ketahui sebelumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;---&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengulang kembali membaca kata pengantar yang ditulis oleh Maman S Mahayana, saya bisa memahami kenapa beliau menyatakan, “Ada kisah-kisah aneh yang entah berada di dunia mana, tetapi ada pula kisah yang terasa sangat dekat dengan pengalaman kita.” Saya bisa mengerti mengapa ada kata ‘aneh’, karena tidak semua mengenal dunia yang maya tersebut. Dan mengapa beliau kehilangan ‘jejak’ di cerpen ke tujuh, karena beliau berada jauh dari salah satu dunia yang Labibah geluti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terakhir, saya bisa menjawab tanya beliau: “Persoalannya kini, apakah ia (Labibah) punya napas pajang untuk menunjukkan kualtias dirinya dalam karya-karya berikutnya, atau ia selesai sampai di sini.”&lt;br /&gt;2 tahun setelah buku ini terbit, saya bisa menjawabnya: "Punya, ia punya napas panjang. Sangat panjang malah, hingga tugas sekolah hampir terbengkalai." *pasang helm grak!*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sukses terus, Mak!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di copy paste dari &lt;a href="http://misisvi.multiply.com/reviews/item/67?mark_read=misisvi:reviews:67&amp;replies_read=4"&gt;Multiply nya Elsa&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/18366779-6076860237692519355?l=duniafiksi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://duniafiksi.blogspot.com/feeds/6076860237692519355/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=18366779&amp;postID=6076860237692519355' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18366779/posts/default/6076860237692519355'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18366779/posts/default/6076860237692519355'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://duniafiksi.blogspot.com/2007/07/review-addicted-to-weblog-by-sa.html' title='Review: Addicted to Weblog by Sa'/><author><name>Labibah</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-18366779.post-6621944729338990981</id><published>2007-04-05T14:15:00.000-07:00</published><updated>2007-04-05T14:18:07.423-07:00</updated><title type='text'>Review: addicted to Weblog by Julia</title><content type='html'>RESENSI BUKU :&lt;br /&gt;KUMPULAN CERPEN: Addicted To Weblog (Kisah Perempuan dalam Dua Dunia)&lt;br /&gt;Karangan : Labibah Zain&lt;br /&gt;Pustaka Populer Obor (2005)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Haree geneee…Klo ga kenal yang namanya “BLOG” pasti dibilang ga’ gaooool.. :P Oups! Jangan protes yaks ;-) Sekarang jamannya cetting dah lewaat -meski masih sering digunakan- tapi ada yang lebih keren lagi, yaitu Blog. Dengan bikin weblog orang lebih bebas ber-ekspresi. Menuliskan semua ide dan pemikiran kedalam kata-kata, plus bisa jadi ajang buat curhat juga. Kalo Cuma nulis di buku harian ga seruuu…soalnya qta ga bisa sharring ke yang lain. Klo qta sharring via blog qta, trus ada teman senasib yang baca? Kan bisa saling curhat gituuu ;-) Malahan niih, kan ada tuuh blog yang dibukukan. Keren ga ?!&lt;br /&gt;Dengan semakin mewabahnya “virus nge-blog” ini, Labibah Zain seorang penulis yang kini tengah menyelesaikan S-3 nya di Canada mencoba berbagi cerita dalam kumpulan cerpen-nya yang mayoritas berbagai kisah diseputar per-blog-an. Buat yang sedang keranjingan nge-blog, buku ini sedikit banyak akan membuat qta cengar-cengir sendiri (karena kok banyak kesamaannya! Hehe….), di sisi lain buku ini juga akan memberikan nasihat terselubung gituu deeh……&lt;br /&gt;Terdiri dari 8 cerpen, 5 cerpen berbicara tentang dunia maya dan yang lainnya cerpen bertemakan umum. Kumpulan cerpen ini bisa dikategorikan layak dibaca untuk remaja dan dewasa, karena banyak isinya menyinggung tentang permasalahan keluarga dan percintaan. Urmmmm…… ;-)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB I : Addicted To weblog : Kisah Perempuan Dalam Dua Dunia&lt;br /&gt;Cerpen ini berkisah tentang seorang ibu rumah tangga yang keranjingan nge-blog, sampe urusan rumah tangga dinomorduakan. Ada kisah-kisah seru dibalik itu, yang bikin kita tersenyum bahkan menitikkan air mata! Meski sang suami jengkel setengah mati akan hobby baru istrinya ini, kelak ada suatu peristiwa yang membuatnya tersadar kalo nge-blog itu ternyata ada gunanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB II: Perempuan dan Lelaki Maya&lt;br /&gt;Kalo cerita ini, mungkin yang sering dialamin sama qta-qta yang suka gaul di dunia maya ;-) dengan tidak melupakan intrik-intrik percintaan yang sering terjadi di dalamnya. Cuma, akhir ceritanya itu yang bener-bener ga kebayang buat gw, mengagetkan! Buat yang sering ngibul, bikin rusuh dunia maya, or tebar pesona sana-sini, mungkiiin…cerita ini akan menginspirasi anda untuk segera BERTOBAT :P&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB III: Perempuan Dalam Kegelapan&lt;br /&gt;Cerita ini cocok banget buat mereka yang telah berumah tangga. Hati-hati bergaul dengan lawan jenis, sekalipun hanya lewat dunia maya. Salah-salah, awalnya sih curhat-curhatan..lama-lama? selingkuh deh! Bisa FATAL akibatnya…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB IV : Perempuan Itu Bernama Sinta&lt;br /&gt;Yang ini juga ga kalah seru, bercerita tentang “cyber love” yang berujung tragis. Cocok dibaca bagi mereka yang pernah atau sedang mengalami kisah percintaan dunia maya ;-) hati-hati..hati-hati..hati-hati…banyak berharap, banyak kecewa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bab V : Perempuan Dalam Dua Etalase&lt;br /&gt;Kalo cerita yang ini, berkisah tentang seseorang yang keranjingan cetting dan akhirnya copy darat. Seru, ga nyangka akhir ceritanya ternyatAddicted_to_weblog&lt;br /&gt;a “begitu” ;-) pas selesai baca bait terakhir, bikin gw berteriak lepas: “ Ya Ampyuuuuuun….!” :P Meski hanya dalam hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bab VI : Perempuan, 17 Tahun&lt;br /&gt;Ini bukan bagian cerita bertemakan dunia cyber. Sebuah cerita dunia percintaan remaja, tentang MBA. tapi ga bikin borring kok…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bab VII : Perempuan Di Sudut Taman&lt;br /&gt;Untuk cerita yang satu ini, terus terang gw agak sedikit “mengernyitkan dahi” buat mencernanya. Apa gw-nya yang lemot.. :P blom begitu faham sampe sekarang apa maksudnya ;-) terlalu banyak kiasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bab VIII : Perempuan Pengusung Tradisi&lt;br /&gt;Yang ini ceritanya berbau soal adat istiadat. Bukan budaya qta, tapi tentang keturunan Arab . Dimana seorang “syarifah” (Sebutan bagi seorang perempuan yang mempunyai garis keturunan langsung pada Fathimah, putri Nabi Muhammad.SAW) wajib menikah degan “Habaib”. Mungkin kalau sedikit dipersamakan dengan tradisi qta, ada kesamaannya dengan tradisi keraton. Dimana keturunan “berdarah biru” harus menikah dengan golongan “berdarah biru” juga. Meski tradisi ini ada kalanya menimbulkan pembangkangan bagi kalangan muda-nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;June 27, 2006 at 09:30 PM &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di copy paste dari &lt;a href="http://julia_imoet.blogs.friendster.com/my_blog/2006/06/addicted_to_web.html"&gt;Blognya Julia di Friendster&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/18366779-6621944729338990981?l=duniafiksi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://duniafiksi.blogspot.com/feeds/6621944729338990981/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=18366779&amp;postID=6621944729338990981' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18366779/posts/default/6621944729338990981'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18366779/posts/default/6621944729338990981'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://duniafiksi.blogspot.com/2007/04/review-addicted-to-weblog-by-julia.html' title='Review: addicted to Weblog by Julia'/><author><name>Labibah</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-18366779.post-117044841725913547</id><published>2007-02-02T12:25:00.000-08:00</published><updated>2007-02-12T05:53:44.067-08:00</updated><title type='text'>Saya di Tabloid Parle</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://photos1.blogger.com/x/blogger/2830/280/1600/842552/maknyak-parle.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://photos1.blogger.com/x/blogger/2830/280/320/148368/maknyak-parle.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.tabloidparle.com/Ngeblog/page.htm"&gt;Tabloid Parle edisi 73&lt;/a&gt; (klik gambar diatas agar lebih jelas dan bisa melihat tulisannya) memuat hasil wawancara dengan saya berkaitan dengan blog, blogfam dan dunia cerpen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan versi aslinya adalah sbb&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;1. Certa dong bagaimana sih awal mula terpikir untuk membentuk blogfam?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Blogfam merupakan tempat para blogger Indonesia dengan segala umur berkumpul dan saling berbagi informasi dalam suasana yang hangat dan kekeluargaan. Blogfam didirikan pada bulan Desember 2003. Ide membuat BF itu dimulai dari para 'emak' yang sering merasa terlalu 'tua' untuk bergabung di komunitas Blogger yang ada tapi aktif ngeblog dan banyak inisiatif serta ramah terhadap para pengunjung blog dengan cara menyapa kembali pengunjung-pengunjung blog mereka. Terjadilah dialog menarik antar ibu-ibu ini. Saling saut-sautan di blog tentang berbagai hal; dari sapa menyapa, tip-tip memasak hingga persoalan-persoalan teknis tentang cara membuat dan memepercantik blog.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu itu saya berpikir, "wah alangkah indahnya kalau ada suatu komunitas di dunia maya yang ramah seramah ibu-ibu ini di mana anggotanya bisa saling berbagi informasi dengan leluasa tentang apa saja; dari dapur, Teknologi Informasi, parenting hingga tulis menulis."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika ide itu saya lempar ke ibu-ibu tersebut, mereka sangat antusias.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah memikirkan nama, moto dan konsepnya, saya membuat mailinglist . Di dukung oleh Di dukung oleh Ikaray yang waktu itu masih di Irian, Pingkan Di Georgia, Widi di Jepang, Rieke di Jakarta, Intan di Inggris, maka terciptalah mailinglist yang bernama Blogger Family dengan mengusung moto "we are a virtual family". Konsepnya adalah komunitas blogger Indonesia yang menawarkan sebuah kehangatan keluarga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, pada perkembangan selanjutnya, mailinglist blogger family ini tak hanya menarik perhatian para emak saja, tetapi para bapak dan remajapun ikut tertarik menjadi anggotanya dan kemudian dikembangkan menjadi forum http://blogfam.com. Hasilnya tambah meriah. Blogfam menjadi komunitas pelangi dengan bermacam karakter anggota, muda, tua, lelaki, perempuan dan juga berbagai profesi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;2. Maksud dan tujuan apa yang ingin Anda capai dengan membentuk komunitas para blogger ini? Hasil apa yang sudah dicapai hingga hari ini?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti yang saya ungkapkan diatas, maksud dan tujuan blogger family ini adalah untuk menyediakan wadah bagi para blogger Indonesia untuk saling berbagi informasi, tolong menolong untuk memecahkan problem satu sama lain dengan cara kekeluargaan. Saya sadar betul. Hidup ini tidaklah mudah. Akan sangat menyenangkan kalau kita bisa berbagi; baik itu suka mapun duka. saling tolong menolong, memberikan motivasi satu sama lain sehingga orang bisa mengarungi hidup dengan percaya diri bahkan berprestasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inginya juga di blogfam ini setiap individu bisa mengembangkan diri dan potensi masing-masing sesuai dengan minat dan bakat mereka sehingga para anggotanya bisa menghasilkan suatu karya yang membanggakan bagi keluarga, diri sendiri juga masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya tahu bahwa para blogger ini punya potensi yang luar biasa. Buktinya, mereka ini punya blog. Setidak-tidaknya mereka bisa menulis untuk mengungkapkan ide-idenya. Setidaknya mereka bisa berbuat sesuatu di blog mereka baik itu berupa tulisan atau gambar-gambar di blog mereka. Nah, ini harus dikembangkan. Kalau mereka berjalan sendiri-sendiri tentu hasilnya kurang maksimal dan butuh waktu lama. Tetapi kalau bersama-sama tentu akan lebih nikmat prosesnya dan juga hasilnya lebih maksimal. Contohnya ya proyek pembuatan buku-buku blogfam. Karena penggarapannya bareng-bareng, ada yang ngedit, ada yang bagian mengumpulkan naskah, ada yang bagian kontak-kontak penerbit, ada yang bagian ngurusi kontrak, ada yang bagian proof reading, maka hasilnya lebih cepat dan maksimal yang belum tentu kalau dilakukan sendiri akan berhasil apalgi penulis-penulis yang belum punya nama dan kurang PD untuk menawarkan naskahnya ke penerbit. Setelah menerbitkan buku secara keroyokan, diharapkan mereka nantinya akan mempunyai buku karanagn sendiri dan juga menulari virus kreatif lainnya kepada blogger lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buku Teen World:Ortu Kenapa Sih? , Kumpulan cerpen "Biarkan Aku mencintaimu dalam Sunyi (email Terbuka seorang Selingkuhan) dan Flash!Flash!Flash! Kumpulan Cerita Sekilas menjadi bukti keberhasilan temen-teman di blogfam. Masih akan ada lagi Kumpulan Cerita anak yang akan terbit pada tahun 2007. Juga majalah online Blogfam Magazine yang di Singkat Bz (http://bz.blogfam.com) menjadi hasil nyata yang sudah dicapai oleh komunitas blogfam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hasil dari saling berbagi di ruang Dapur, blogfam sudah tercatat di MURI dengan lomba masak Virtualnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan Insya Alloh akan ada lagi hasil-hasil lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;3. Sudah berapa sekarang anggotanya? Ada agenda besar apa selanjutnya?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Per tanggal 14 Januari 2007, anggota blogfam sudah mencapai 2774 anggota. Agenda besarnya sederhana saja; agar blogfam tetap eksis. Sebab mempertahankan sesuatu yang sudah ada sangatlah susah. Apalgi organisasi ini ada di dunia maya. jadi Blogfam dibawah komando presidennya yang baru (Parwita Mohan) akan melakukan pembenahan organisasi, mempertahankan lomba-lomba virtual, silaturahmi offline seperti arisan dan kegiatan bowling bareng, Kegiatan sosial seperti nyumbang korban bencana alam, penerbitan dan berusaha agar bz!blogfam tetap eksis serta mempertahankan atmosfir kekeluargaan tetap ada di blogfam dot com.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;4. Bagaimana Anda melihat fenomena blogging ini di masyarakat?&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Blogging sudah menjadi bagian hidup masyarakat modern. Masyarakat sekarang bisa mengungkapkan apa yang mereka rasakan tanpa harus menunggu tulisan mereka lolos dari meja redaksi untuk bisa di baca masyarakat secara luas. Karena apa? ya karena mereka punya blog. Mereka menjadi wartawan sekaligus redaksi bagi tulisan mereka sendiri. Sehingga sering kita jumpai blog yang berperan sebagai kontrol terhadap pemerintah, masyarakat bahkan media massa dengan cara memberika kritikan, saran disertai data-data yang berupa link-link yang memperkuat pendapat mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena kemudahan-kemudahan yang ada, maka siapapun bisa mempunyai blog. Ibu rumah tangga yang ingin berkeluh kesah dan berbagi pengalaman tentang mengasuh anak dan berbagi resep masak, satpam yang ingin berbagi tip-tip keamanan, guru yang ingin berbagi masalah pengalaman mengajar, pustakawan yang ingin berbagi tentang profesi dan information literacy, penulis, wartawan, hakim, dokter dan berbagai profesi lainnya bisa menggunakan blog sesuai dengan tujuan masing-masing. Bisa menjadi ajang bisnis, ajang komunikasi, ajang pengungkapan ekspresi, ajang hiburan, ajang peningkatan wawasan, ajang kritik sosial dan juga bisa berfungsi dokumentatif yang bisa menyimpan jejak hidup maupun karya yang tentunya akan menarik kalau dibuka-buka lagi pada tahun-tahun mendatang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan jangan kaget kalau sekarang sudah mulai ditemui orang yang bertanya apa blog kita ketika berkenalan baik dalam konteks personal maupun profesional, " apakah anda mempunyai blog tidak?" Karena blog bisa memudahkan seseorang untuk membaca pikiran dan kepribadian orang yang akan memudahkan mereka dalam menjalin kerja sama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;5. Sebagai seorang cerpenis, apakah memiliki blog banyak manfaatnya bagi Anda?&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Setidak-tidaknya ada empat manfaat ketika seorang penulis ngeblog:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama, Sebagai ajang latihan menulis, kedua sebagai arsip karya-karya kita yang mungkin berceceran di media massa dan dijamin tak akan lusuh,ketiga, sebagai media untuk mebangun jaringan baik dengan pembaca cerita-cerita kita, dengan penerbit maupun dengan sesama penulis karena blog mempunyai fungsi interaktif yang memungkinkan kita berkomunikasi dengan mereka, dan keempat, blog juga bisa menjadi ajang promosi karya-karya kita sehingga karya-karya kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan harus diakui, penulis yang tak punya blog akan sedikit tertinggal terutama dalam urusan promosi karya. Dan sekarang sudah banyak penerbit-penerbit yang berkunjung dari blog satu ke blog lainnya baik untuk mempelajari karakter tulisan dari calon-calon penulis yang diincarnya maupun untuk mencari penulis-penulis baru.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/18366779-117044841725913547?l=duniafiksi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://duniafiksi.blogspot.com/feeds/117044841725913547/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=18366779&amp;postID=117044841725913547' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18366779/posts/default/117044841725913547'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18366779/posts/default/117044841725913547'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://duniafiksi.blogspot.com/2007/02/saya-di-tabloid-parle.html' title='Saya di Tabloid Parle'/><author><name>Labibah</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-18366779.post-116927574200999885</id><published>2007-01-19T22:46:00.000-08:00</published><updated>2007-01-21T22:26:54.263-08:00</updated><title type='text'>Catatan Jody</title><content type='html'>PEREMPUAN-PEREMPUAN LABIBAH ZAIN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KUMPULAN CERPEN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ADDICTED TO WEBLOG: Kisah Perempuan Dalam Dua Dunia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penulis : Labibah Zain&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penerbit : Pustaka Populer Obor, Agustus 2005&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama melihat kumpulan cerpen (kumcer) ini, dugaan saya adalah buku ini sejenis teenlit, chicklit, atau metropop. Wajar, mengingat judulnya. Sekarang banyak buku-buku dengan genre yang saya sebutkan diberi judul dengan teknik yang sama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baru setelah membacanya, saya sadar bahwa kumcer ini sebetulnya beda dengan jenis-jenis buku tadi. Labibah mencoba memberi warna pada dunia yang rupanya sangat digemari dan dikuasainya, terutama saat dia mengapung-apung dalam dunia maya. Labibah adalah pengarang dengan napas cukup panjang dalam bertutur. Hal itu bukan karena dia sudah menetaskan banyak telur, eh, karya, tetapi karena Labibah menulis dengan narasi panjang-panjang. Labibah membentuk aliran sungai dari pegunungan inspirasinya, berkelok-kelok tenang menggarisi dataran menuju jeram-jeram yang, di sinilah pesona Labibah, mengejutkan. Sedikit saya teringat O. Henry yang doyan membenturkan granat di benak pembaca di ujung cerpen-cerpennya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya judul kumcer ini hanya mewakili 1 cerpen saja, yaitu cerpen dengan judul sama. Cerpen-cerpen lain sama sekali tidak membicarakan ketagihan ber-weblog. Kalaupun menyinggung internet, Labibah hanya menggunakan sebagai latar penceritaan saja.  Sisanya malah tidak nyambung. Addicted to Weblog: Kisah Perempuan Dalam Dua Dunia, Perempuan dan Lelaki Maya, Perempuan itu Bernama Sinta dan Perempuan Dalam Dua Etalase merupakan pengungkapan Labibah bagaimana dunia maya memberi efek yang bisa merugikan (dan menguntungkan) penghuninya. Dalam dunia maya nyaris semua tidak jelas. Apa saja bisa terjadi di sana. Ketagihan, perselingkuhan, kebohongan, tipu muslihat, teror, dan penyimpangan seksual. Di sinilah kelebihan Labibah bermain-main dengan cerkas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang istri ketagihan weblog sampai mengabaikan rumah tangga (Addicted to Weblog: Kisah Perempuan Dalam Dua Dunia). Saking ketagihannya menjadi blogger, suaminya ketakutan. Coba simak kata-kata suaminya sebagai narator cerpen ini: "Aku takut suatu saat nanti, dia akan making love denganku sambil ngeblog juga. Bibirnya akan menciumi leherku, tangan kirinya akan mengelus-elus punggungku tetapi matanya akan memandangi monitor dan tangan kirinya akan memegang mouse untuk merefresh weblognya! Dan ketika aku akan mencapai puncak kepuasan, tiba-tiba dia akan berteriak menyuruhku menghentikan permainan karena hasil refreshannya menandakan ada komentar baru yang harus ditanggapi segera!" (hal. 21).  Tetapi kemudian, ternyata weblog yang dibuat istrinya bisa juga bermanfaat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dunia cyber, Sinta terus merahasiakan diri dan menikmati pertemanan maya dengan seorang pria bernama Arjuna. Seorang pengunjung dunia maya diceritakan senang merusak relasi dalam dunia maya. Ternyata keduanya berhubungan dengan kehidupan Sinta. Sebuah rekayasa kebetulan, tetapi mengasyikkan (Perempuan dan Lelaki Maya).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perempuan Itu Bernama Sinta dan Perempuan Dalam Dua Etalase menceritakan 2 hubungan antar manusia dalam dunia maya. Salah satunya tidak mau bersikap terbuka. Dan bukan hal yang mengherankan, karena mereka menyimpan rahasia di balik kiprah yang serba maya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Samar saya bisa menangkap Labibah sedang bermain simbol ketika menuturkan Perempuan Di Sudut Taman. Dalam cerpen yang menurut saya biasa-biasa saja dan cenderung membosankan ini, apalagi dengan sungai ciptaan Labibah yang panjang, rupanya Labibah sedang menuturkan sebuah komunitas dalam dunia maya dengan seorang tokoh perempuan berperilaku tidak menyenangkan di dalamnya. Tetapi entahlah, kurang jelas sih.......&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam Perempuan Pengusung Tradisi Habibah, seorang syarifah sesuai ketentuan harus menikah dengan seorang habaib. Dikhianati seorang habaib, Habibah pacaran dengan seorang ahwal, tetapi kemudian zuwad dengan Ucin tanpa cinta untuk menghormati tradisi. Setelah anak-anaknya dewasa, Liya, salah seorang anaknya mengulangi pengalaman ibunya, tetapi dengan cara berbeda. Saat itu, Habibah bermetamorfosis dari Perempuan Pengusung Tradisi ke Perempuan Perombak Tradisi. Suatu gugatan kepada tradisi yang ada, tetapi bukan gugatan yang meledak-ledak, biasa saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Amellia, 17 tahun, gadis penggemar boneka berasal dari keluarga broken-home, asimilasi wanita keturunan Cina dan pria keturunan Arab. Gadis ini bergaul dengan seorang laki-laki bernama Andre dan hamil. Labibah berhasil menguraikan kisahnya dengan gaya remaja, sesuai usia Amellia, tetapi kemudian tetap menggunakan gayanya, menohok di ujung cerita (Perempuan, 17 Tahun).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perempuan Dalam Kegelapan namanya Petty. Petty  tidak merasa bahagia dengan kehidupan rumah tangga bersama Singgih. Singgih terlalu sibuk kuliah sehingga mengabaikan istrinya. Bahkan dalam bercinta Singgih tidak pernah peduli istrinya puas atau tidak. Petty ketemu Manas, meninggalkan suaminya, dan beruntun Labibah menimpakan azab dalam hidup Petty. Kasihan si Petty gara-gara ulah sang dalang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Membaca kumcer Labibah sesungguhnya cukup mengasyikkan, tetapi Labibah tetap harus memerhatikan gramar. Di beberapa tempat masih terlihat kebingungan membedakan di apakah sebagai awalan atau preposisi (baca saja cerpen Perempuan di Sudut Taman). Kemudian masih adanya susunan kalimat yang kacau. Perhatikan saja halaman 70 (Perempuan Dalam Kegelapan) paragraf pertama yang cukup panjang, baris 2 terakhir, temukan kelebihan pemakaian kata "cepat" di sana. Pada halaman 77 malah Labibah menulis bahwa "Mah adalah kepanjangan dari mamah" (bukannya malah kependekan?). Sesungguhnya cerpen-cerpen Labibah perlu disunting supaya lebih bersinar lagi. Napas panjang dalam bertutur memang punya efek pada terciptanya kalimat-kalimat rancu. Dan Labibah sang penggemar nama Sinta yang agak doyan berkhotbah dalam ceritanya suka pada yang panjang-panjang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kumcer ini hanya berisi 8 cerpen, tergolong sedikit walau diimbangi dengan cerpen yang 'panjang-panjang'. Berikutnya, mungkin Labibah bisa bermurah hati menampilkan cerpen yang sedikit lebih banyak, dan dengan kemahiran mengecoh serta penyuntingan yang lebih baik tentu saja. Sebagai penulis, seharusnya sebelum karyanya dipublikasi dialah yang harus melakukan penyuntingan perdana. Editor hanya akan memberi sentuhan biar lebih berkilau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di "copy paste" dari &lt;a href="http://jodypojoh.blogdrive.com/archive/20.html"&gt;Catatan Jody&lt;/a&gt;, tgl 15 Januari 2007.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/18366779-116927574200999885?l=duniafiksi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://duniafiksi.blogspot.com/feeds/116927574200999885/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=18366779&amp;postID=116927574200999885' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18366779/posts/default/116927574200999885'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18366779/posts/default/116927574200999885'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://duniafiksi.blogspot.com/2007/01/catatan-jody.html' title='Catatan Jody'/><author><name>Labibah</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-18366779.post-8304885356210235489</id><published>2006-12-23T08:51:00.000-08:00</published><updated>2007-02-23T09:30:07.214-08:00</updated><title type='text'>Justin- Jakarta</title><content type='html'>addicted to weblog&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;itu adalah judul sebuah buku kumpulan cerpen karya labibah zain. aku mencuri2 baca di gramedia, saat nunggu di jemput mbak ut. yang menarik dari buku itu, tentu saja termasuk novel/ cerpen langka yang berbau dunia TI (blog). Hmm.. btw sebelumnya aku minta maaf karena akhirnya gak beli buku itu :D abis setelah liat2, kayaknya gak semua tentang dunia perblog-an :( tapi aku sempat menyelesaikan cerpen yang pertama "addicted to weblog" yang cukup berkesan &amp; membuatku terinspirasi untuk meninggalkan jejak (menulis reviewnya) di blogku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ceritanya dari sudut pandang seorang suami, tentang istrinya yang dari gak tau jadi tergila2 dengan blog sampai sempat membuat suaminya protes karena si istri melalaikan anak2nya. Sangat natural dan masuk akal. aku bahkan seperti sedang membaca ciri2 yang ada di diriku sendiri :D, yang sempat membujuk bi dengan segala alasan untuk memasukkan laptop ke dalam list hal2 dan item yang harus dimiliki untuk masa depan kita berdua. Fakta2 realistis yang ada di cerpen membuatku semakin ngebut membaca ingin tau endingnya. Sayang, aku gak suka endingnya :( kenapa istrinya harus diceritakan meninggal dan kemudian blog-nya jadi kenang2an buat keluarganya.. bwaaa.. gak seru gak seru.. aku rada sebel dengan endingnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi, tadi pagi aku blogwalking.. nyasar2 kemudian sampailah di blog-nya bundazidansyifa, yang ternyata oh ternyata.. telah dipanggil Tuhan baru2 ini.. Hmm, gak sembarangan.. ternyata fans-nya banyak banget, terbukti banyak yang kehilangan dan meninggalkan pesan2 dukacita. Aku langsung teringat dengan cerpen yang ku(curi2) baca di gramedia. Aku jadi merinding dan meralat pendapatku tentang ending cerpen yang tadinya aku anggap gak seru. Jadi, ok.. cerpen itu benar2 bagus dan realistis... dan.. ok ok.. aku akan membelinya :D&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengarangnya, Labibah Zain, ternyata bukan orang sembarangan juga, dia adalah pendiri blogfam, hmmm.. komunitas yang kerap aku dengar dan liat logonya di blog milik teman2. Tapi aku sendiri belum punya banyak waktu untuk menyimak &amp; ikut bergabung. Blogwalking pagi ini juga membuat aku pengen belajar buat blog yang cantik, ihiks.. aku mmg gak bisa buat halaman web yang cantik, meskipun sempat jadi progammer tapi kan cuma menyusun benda2 kotak untuk interfacingnya huhuhu...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;posted by justin at 6:07 PM&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://justaroundme.blogspot.com/2006/11/addicted-to-weblog.html"&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/18366779-8304885356210235489?l=duniafiksi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://duniafiksi.blogspot.com/feeds/8304885356210235489/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=18366779&amp;postID=8304885356210235489' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18366779/posts/default/8304885356210235489'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18366779/posts/default/8304885356210235489'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://duniafiksi.blogspot.com/2007/02/justin-jakarta.html' title='Justin- Jakarta'/><author><name>Labibah</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-18366779.post-117078350726362319</id><published>2006-11-27T09:36:00.000-08:00</published><updated>2007-02-06T09:38:27.650-08:00</updated><title type='text'>Tulisan Hary B Koriun</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Kritikus Sastra Riau, di Mana Persembunyianmu?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Minggu 26 Nopember 2006&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh Hary B Kori'un&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ADA anggapan bahwa dunia satra Riau mengalami stagnasi yang hebat saat ini. Krisis karya telah terjadi dan orang-orang yang selama ini bekerja untuk sastra, mulai pelan-pelan beralih ke dunia yang lain. Memang, penghargaan untuk mereka yang bergelut di bidang sastra di Riau, mendapat apresiasi lumayan besar dengan banyaknya penghargaan, mulai dari Anugerah Sagang (untuk beberapa kategori baik karya maupun personal), Anugerah Ganti (karya novel), Laman Sastra Dewan Kesenian Riau (untuk beberapa karya kreatif seperti cerpen, naskah drama, puisi dan lainnya) sampai Anugerah Seniman Perdana (SP) dan Seniman Pemangku Negri (SPN) yang secara materi sangat besar. Penghargaan-penghargaan itu membuat para sastrawan di luar Riau merasa iri. Mereka berpikir, orang-orang yang mendapatkan penghargaan itu adalah mereka yang sangat eksis di bidangnya, dan bisa melecut lahirnya para sastrawan (karya) baru yang secara kualitas akan lebih baik lagi. Lalu di mana peran kritikus?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, karya berkualitas yang diharapkan lahir dari itu semua dan akan munculnya sastrawan yang memiliki keinginan untuk berkarya lebih baik lagi, tak juga muncul ke permukaan. Lihatlah, dari tahun ke tahun, mereka yang yang menelurkan karyanya hanya "itu ke itu" juga. Mereka yang secara personal maupun karya menjadi nominator Anugerah Sagang, juga tak jauh beda dari tahun-tahun sebelumnya. Para novelis yang karyanya masuk nominator Anugerah Ganti, juga nama-nama yang yang sudah familiar kecuali satu-dua yang baru. Laman Sastra DKR dari tahun ke tahun juga memunculkan karya dari mereka yang sudah lama eksis di bidang itu, dan secara kualitas juga tak terlalu signifikan peningkatannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika Taufik Ikram Jamil dalam beberapa tahun belakangan tak terlihat karyanya muncul di media massa, banyak orang yang menyayangkan, terutama mereka yang masih ingin banyak belajar dari karya-karyanya. Sebab, selama ini, bersama Fakhrunas MA Jabbar –dan belakangan Marhalim Zaini—, Taufik adalah salah satu ikon penulis subur Riau yang mampu menembus belantara media nasional yang persaingannya memang amat ketat (meski belakangan terdengar santer tentang skandal redaktur budaya di koran Jakarta yang tidak obyektif dalam memilih karya yang akan dimuat di medianya). Memang, nama-nama seperti Olyrinson belakangan juga mampu melakukannya, namun intensitasnya masih belum sesubur para "senior"-nya itu. Bahkan, belakangan  orang juga kesulitan mencari karya terbaru dari Syaukani Al Karim maupun Abel Tasman, baik di koran maupun dalam bentuk buku. Sementara senior yang lainnya hanya sesekali menulis, hanya sekedar mengambil absen agar "tidak dilupakan orang."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, mereka yang lebih muda dari usia maupun pencapaian, juga masih belum mampu bersaing dan memperlihatkan jati dirinya. Pengalaman sebagai redaktur budaya di Riau Pos, membuat saya bisa melihat ritme dan perkembangan sastra di Riau, dari kaca mata media, dan khusus kaca mata Riau Pos. Rata-rata, mereka yang mengirimkan karyanya  orangnya tak banyak berubah, dan kualitas karyanya juga belum mencapai avan-garde dan pantas dikedepankan. Banyak yang masih sekedar asal berkarya dan tidak berusaha mencari jati diri (meminjam istilah Hasan Junus) yang menjadi ciri khas dirinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu, ke mana Murparsaulian, Hang Kafrawi, Griven H Putra, Syaukani, Gde Agung Lontar, Nyoto, M Badri, Pandapotan MT Siallagan, dan yang lainnya (sekedar menyebut nama) mempublikasikan karyanya? Yang lebih jauh lagi, mengapa, Mostamir Thalib, Sutrianto, Yose Rizal Zen, Wise Marwin dan yang lainnya tak lagi menyiarkan karyanya? Yang menarik, banyak mereka yang dulu sangat aktif bergelut di sastra, kini memilih menjadi pengusaha atau masuk partai dan tak berkarya lagi (hal sebaliknya justru terjadi pada Rida K Liamsi, yang semakin maniak bersastra ketika sukses menjadi pengusaha).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang, di tengah memadamnya api dari mereka yang dianggap senior itu, anak-anak muda seperti Sobirin Zaini, Ellyzan Katan, Aleila, Joni Lis Effendi, Syaiful Bahri, Muhalib, Fariz Iksan Putra dan yang lainnya masih terus berkarya dan bekerja keras untuk mencari identitas dirinya melalui karya, namun tetap karya mereka belum mampu menyusul para seniornya untuk manggung ke media yang lebih banyak pembacanya, yakni media nasional. Memang, dalam manifesto sastra pedalaman yang muncul di tahun awal 1990-an, media nasional dianggap tidak begitu penting dalam membangun eksistensi dunia sastra kita sebab bagi sastrawan, di manapun menyiarkan karya, dan apapun jenis medianya, tetap memperlihatkan eksistensinya sebagai pengarang. Tetapi, jelas, kita tidak bisa menutup mata bahwa sebuah karya yang dibaca oleh audiens yang lebih banyak dan luas, sangat berpengaruh pada eksistensi karya dan pengarangnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Komunitas dan Sanggar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belakangan, perlawanan terhadap eksistensi media massa nasional sebagai "pembaptis" sastrawan, juga dilawan oleh mereka yang merasa eksis di media maya, seperti situs sastra atau malah mereka yang ramai menyiahttp://riaupos.co.id/web/content/view/1224/41/rkan karyanya di media yang lebih terbatas lagi seperti milis sastra. Milis Apresiasi-Sastra misalnya. Meski baru berusia muda, namun milis ini belakangan menjadi tempat diskusi dan publikasi para sastrawan dari berbagai genre, usia dan tempat tinggal yang menyebar di berbagai belahan dunia, dan banyak juga yang sudah sangat eksis di jagad sastra Indonesia. Sekedar menyebut nama JJ Kusni (tinggal di Paris), Ikranagara (Amerika Serikat), Sobron Aidit (Belanda), &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Labibah Zain (Montreal, Kanada&lt;/span&gt;), Sigit Susanto (Swiss), Mila Duchlum (Maladewa/Tanjung Pinang), Akmal Nasery Basral, Kurnia Effendi, Endah Sulwesi, Dino F Umahuk, Rahmat Ali, Ratih Kumala, Eka Kurniawan, Damhuri Muhamad, Sihar Ramses Simatupang (Jakarta), Lang Fang (Surabaya), Adi Toha, Henadi Tanzil (Bandung), Eko Sugiarto (Semarang), Hasan Asphahani (Batam), I Wayan Sunarta (Denpasar) Hary B Kori'un (penulis), Budy Utamy (Pekanbaru) dan sekian nama lainnya yang sangat aktif berdiskusi dan mempublikasikan karyanya, yang kemudian mendapat kritikan atau masukan dari yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rata-rata dari mereka sudah banyak  eksis, mampu menembus media massa nasional, dan memiliki buku karya baik kumpulan kumpulan cerpen, esai, puisi atau novel. Milis ini secara berkala juga membuat forum diskusi maya dengan membahas karya-karya pengarang seperti Umberto Eco, Karl May, Budi Darma, Goenawan Mohamad, Gabriel Garcia Marques, Federico Garcia Lorca dan sebagainya untuk menambah wawasan. Selain itu, secara berkala juga, milis ini mengadakan lomba mengarang, baik cerpen maupun puisi dan kemudian kerjasama dengan penerbit untuk diterbitkan menjadi buku. Salah satu buku yang sudah terbit adalah kumpulan cerpen Selasar Kenangan (Akoer, 2006).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak milis sastra yang kini bermunculan dan menjadi tempat para sastrawan untuk mengasah kemampuan lewat diskusi dan sebagainya. Misalnya milis Penyair, Cybersastra, Kacangijo, Panggung, Gunung Merapi dan sebagainya. Mereka yang berkutat dengan sastra maya ini kebanyakan merasa nyaman karena mereka terbebas dari ribetnya berurusan dengan redaktur sastra media massa, dan mereka tetap berkarya dengan mendapat masukan dari peserta yang lain. Mereka tidak memperdulikan kualitas ketika dipublis, tetapi ketika karya-karya mereka akan dibuat dalam bentuk antologi, seleksi ketat tetap dilakukan untuk mendapatkan karya yang lebih baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu media untuk menyiarkan karya yang belakangan menjadi pilihan para pengarang (masih di jagad maya alias internet) adalah komunitas blog atau blogger. Blog ini lebih mirip website mini yang bisa dibuat sendiri oleh pemiliknya, tak harus membayar hosting sebagaimana website, dan dengan mudah bisa di-update kapan diinginkan. Para aktivis blog juga menganggap media ini selain menjadi alat publikasi karya yang paling mudah (tentu jika memiliki fasilitas jaringan internet) bagi aktualisasi diri, juga menjadi alat perlawanan terhadap media cetak yang dianggap menjadi pembaptis sastrawan. Namun, fasilitas blog ini tidak hanya populer di kalangan sastrawan, tetapi sudah menjadi hal yang umum karena baik atlet, selebritis, dan bahkan orang biasa sudah banyak yang memilikinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Riau berapa banyak sastrawan atau personal yang memanfaatkan blog dan milis sebagai sarana publikasi diri dan karya? Saya tak tahu persis, tetapi beberapa sastrawan seperti Fakhrunnas MA Jabbar dan M Badri sudah memilikinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Komunitas memang  perlu dan menjadi tempat yang baik bagi para pengarang untuk mengasah kemampuan  lewat diskusi, pembahasan sastra, tukar informasi dan sebagainya. Di Riau, memang tak banyak komunitas yang intens di situ. Memang beberapa komunitas dan sanggar seperti Forum Lingkar Pena (FLP), Paragraf, Sanggar Selembayung, Senapelan Writers Association (SWA) Latahtuah dan sebagainya, muncul. Tetapi sangat sedikit jumlahnya dibandingkan komunitas yang lahir di Padang, Lampung, Jakarta, Bandung atau Jogjakarta. Hal ini barangkali juga berpengaruhi tingkat kemunculan penulis muda, juga kualitas sastra.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peran Kritikus&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu, adakah peran kritikus dalam perkembangan sastra Riau? Ini yang menjadi tanda tanya besar. Sejauh ini, peran kritikus tak terlihat dalam khasanah sastra Riau karena tidak banyak (jika tak mau disebut tidak ada) yang mau secara serius menjadi kritikus. Padahal, Riau memiliki tiga perguruan tinggi yang memiliki fakultas atau jurusan sastra, meski  keguruan. Paling tidak, banyak sarjana sastra yang belajar sastra secara teoritik dan akademis yang memahami dan bisa menilai kualitas sebuah karya. Lalu, ke mana mereka bersembunyi?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang, secara berkala, ada satu-dua penulis yang menulis esai di media massa tetapi tidak serta-merta membahas karya secara mendalam sebagaimana kritikus. Mereka kebanyakan juga orang-orang yang menulis karya kreatif seperti cerpen dan puisi, yang tentu menulis esai hanya untuk mengasah kemampuan menulis dan bukan benar-benar ingin menjadi kritikus. Padahal, konon, Riau memiliki orang-orang yang punya kemampuan lebih dalam menilai karya sastra dengan teori akademis seperti Hasan Junus, UU Hamidy, Elmustian Rachman, Al Azhar, Hukmi, dan sekian orang dosen dan sarjana sastra yang setiap tahun dilahirkan oleh Unri, Unilak atau UIR.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang menarik, nama Maman S Mahayana belakangan malah melekat dengan sastra Riau, karena dosen satra di Universitas Indonesia yang tinggal di Depok ini sangat intens mengikuti dan mendalami satra Riau. Dalam Cakrawala Sastra Indonesia beberapa tahun lalu di Jakarta, Maman "disewa" oleh DKR untuk memberi pengantar kumpulan dan pembahasa kumpulan  cerpen Riau, Pertemuan dalam Pipa, yang diadakan di Jakarta. Sayangnya,  karya cerpen yang dipilih oleh DKR ketika itu tidak diambil dari sistem seleksi terbuka dan fair, tetapi mereka yang dipilih oleh DKR. Hal seperti ini sah-sah saja, tetapi mengingat banyak penulis cerpen yang ada di Riau, DKR terkesan pilih kasih dan subyektif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, di luar persoalan itu, tampilnya Maman sebagai orang yang dipilih untuk membahas, memberi kata pengantar dan mengkritisi karya pengarang Riau, seharusnya menjadi tamparan yang memilukan bagi dunia kritik sastra Riau. Sebab, di daerah yang memiliki sejarah sastra begitu gemilang, dunia kritik sastra Riau ternyata tidak hidup, padahal (sekali lagi) tidak sedikit sarjana dan kritikus yang sebenarnya dimiliki Riau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, Riau juga memiliki lembaga kajian bahasa dan sastra, yakni Balai Bahasa Pekanbaru, yang setiap hari tugasnya meneliti dan menelaah bahasa dan sastra di daerah ini dan mendapat dana cukup besar dai Pusat Bahasa Departemen Pendidikan Nasional. Namun, Balai Bahasa Pekanbaru ternyata masih belum memiliki peran berarti dalam kemajuan dunia kebahasaan dan sastra Riau secara umum. Hasil kajian, telaah dan penelitian oleh Balai Bahasa Pekanbaru hanya tersimpan berdebu di perpustakaan atau malah dalam tumpukan kertas apak, karena tidak dipublikasikan kepada khalayak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu ketika, saat berdiskusi bersama Olyrinson, Budy Utamy dan Marhalim Zaini, saya melontarkan ide: terus berkarya tanpa mempedulikan ada atau tidaknya kritikus sastra. Dan hampir senada mereka menjawab: "Kritikus ada karena ada karya, jadi benar, kita harus terus berkarya dan terus mempublikasikan. Kita berkarya untuk diri kita sendiri dan untuk dibaca oleh masyarakat, dan bukan untuk kritikus atau untuk disimpan di rak-rak apak yang tak terjamah oleh manusia…"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kritikus sastra Riau, di mana persembunyianmu? Bantulah sastra Riau agar bisa berkembang lebih signifikan lagi.***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hary B Kori'un adalah wartawan dan penulis novel. Tinggal di Pekanbaru.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/18366779-117078350726362319?l=duniafiksi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://duniafiksi.blogspot.com/feeds/117078350726362319/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=18366779&amp;postID=117078350726362319' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18366779/posts/default/117078350726362319'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18366779/posts/default/117078350726362319'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://duniafiksi.blogspot.com/2006/11/tulisan-hary-b-koriun.html' title='Tulisan Hary B Koriun'/><author><name>Labibah</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-18366779.post-116285472015536254</id><published>2006-11-06T15:11:00.000-08:00</published><updated>2006-11-06T15:12:00.363-08:00</updated><title type='text'>Jawa Pos(31/10/06) Yudha Kurniawan</title><content type='html'>Terjerat Candu Internet&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak internet melanda, fasilitas-fasilitas ajaibnya telah membuat dunia semakin sempit. Tinggal klik, maka para pengguna internet sedunia bisa akrab berkomunikasi tanpa batas. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fenomena unik ini dicatat oleh Labibah Zain, cerpenis asal Kanada ke dalam kumpulan cerpennya yang berjudul Addicted to Weblog. Dari sini, bisa dilihat tema apa yang diangkat oleh cerpenis ulung ini. Dari delapan cerpen, lima di antaranya mengusung tema dunia maya. Uniknya, tokoh utama kebanyakan dari gender perempuan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Labibah sengaja menampilkan tokoh perempuan dengan anggapan bahwa perempuan sangat rentan terhadap dampak-dampak negatif dunia cyber. Contohnya pada cerpen pertama buku ini, Addicted to Weblog. Tokoh utamanya adalah ibu rumah tangga yang keranjingan nge-blog. Setiap hari kerjanya hanya mengurusi blog dan "berselancar" milik temannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mulanya, dia bisa membagi waktu. Namun, makin hari, dia semakin melupakan kewajibannya sebagai istri. Blog-blog tersebut jadi candu. Dia tak pernah lagi memasak untuk anak dan suaminya. Perempuan itu, seolah-olah tak dapat hidup tanpa internet.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cerpen kedua lebih seru. Ada Sinta yang menjadi korban teror internet. Ada juga Petty di Perempuan dalam Kegelapan yang jatuh cinta pada seorang pria yang dikenalnya lewat chatting. Petty mabuk kebayang sehingga nekad meninggalkan suami dan memilih hidup bersama tanpa menikah dengan pria dari internet itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agaknya Labibah berusaha mengangkat tema gender dalam cerpennya. Perempuan dalam pandangan Labibah digambarkan sebagai makhluk lemah. Mereka mudah dirayu. Dia juga berusaha mengingatkan para perempuan akan bahaya internet. Bahwa globalisasi tak sepenuhnya bermanfaat baik. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Judul buku : Addicted to Weblog&lt;br /&gt;Penulis : Labibah Zain&lt;br /&gt;Penerbit : Pustaka Populer Obor&lt;br /&gt;Tahun : 2005&lt;br /&gt;Tebal : 191 hlm&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yudha Kurniawan&lt;br /&gt;kekar110@****.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;di Muat di &lt;a href="http://jawapos.com/index.php?act=detail_c&amp;id=253734"&gt;Jawa Pos&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/18366779-116285472015536254?l=duniafiksi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://duniafiksi.blogspot.com/feeds/116285472015536254/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=18366779&amp;postID=116285472015536254' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18366779/posts/default/116285472015536254'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18366779/posts/default/116285472015536254'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://duniafiksi.blogspot.com/2006/11/jawa-pos311006-yudha-kurniawan.html' title='Jawa Pos(31/10/06) Yudha Kurniawan'/><author><name>Labibah</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-18366779.post-115999490252855586</id><published>2006-10-04T13:46:00.000-07:00</published><updated>2006-10-04T15:21:47.036-07:00</updated><title type='text'>Review: Addicted to Weblog by Endah Perca</title><content type='html'>Judul : Addicted to Weblog&lt;br /&gt;           Kisah Perempuan dalam Dua Dunia&lt;br /&gt;Penulis : Labibah Zain&lt;br /&gt;Penerbit : Pustaka Populer Obor&lt;br /&gt;Tahun : 2005&lt;br /&gt;Tebal : 191 hlm&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Beberapa hari lalu, di harian Kompas ada sebuah artikel menarik membahasa dunia maya. Tulisan tersebut diberi judul "Kematian Blogger". Isi artikel itu kira-kira tentang betapa pergaulan di dunia maya antar para blogger telah demikian emosionalnya. Meskipun mereka belum pernah saling berjumpa, namun kedekatan dan kekerabatan yang tercipta tak ubahnya seperti di dunia real. Malah kadang-kadang lebih erat. Walau pun juga tak mustahil bisa lebih 'kejam'.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Masih tentang artikel tadi yang berkisah soal kematian salah seorang blogger (pemilik weblog) yang cukup dikenal di dunia maya yang membuat ratusan sahabat virtualnya berduka. Setiap hari sejak terbitnya kabar duka tersebut, weblog milik mendiang itu ramai disinggahi pengunjung untuk menyatakan rasa belasungkawa. Para pengunjung itu sebagian besar mungkin belum pernah sekalipun bertemu muka dengan pemilik blog yang meninggal itu.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Sejak ditemukannya teknologi internet dengan fasilitas-fasilitas ajaibnya (email, mailing list, chatting, weblog) dunia tiba-tiba terasa demikian sempit. Batas-batas ruang dan waktu seolah ditiadakan. Hanya dengan menggenggam dan mengeklik mouse, sesama pengguna internet di seluruh dunia bisa saling terhubung dengan cepat. Bahkan bercakap-cakap langsung. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Labibah Zain, cerpenis yang kini mukim di Kanada, mencatat fenomena menarik seputar kehidupan di dunia maya ke dalam cerpen-cerpennya. Kumpulan cerpen itu diberi judul : Addicted to Weblog dengan subjudul : Kisah Perempuan dalam Dua Dunia.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Dari judulnya saja, kita segera bisa menduga tema apa yang diangkat Labibah lewat kumpulan cerpennya itu. Dari delapan cerpennya, lima mengusung tema dari dunia maya dengan tokoh utamanya kebanyakan perempuan. Ya, tampaknya Labibah beranggapan, bahwa perempuan sangat rentan terhadap dampak-dampak negatif dunia cyber. Hal ini terlihat dari beberapa cerpennya, menampilkan tokoh perempuan yang kecanduan internet atau korban tipu-muslihat pergaulan dunia virtual.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Misalnya, pada cerpen Addicted to Weblog yang menjadi cerpen pembuka di buku ini.  Tokohnya adalah seorang istri berstatus ibu rumah tangga yang keranjingan nge-blog. Setiap hari kerjanya hanya mengurusi blog-nya atau berselancar ke blog-blog (blog walking) milik temannya. Mulanya ia masih bisa membagi waktu antara ngeblog dan mengerjakan pekerjaan lainnya. Namun, kian hari, ia semakin ketagihan dengan teknologi itu. Bagaikan tersihir, ia menjadi begitu tergantung pada blog-blog itu. Segala hal ia curahkan di blog-nya atau jika sedang punya masalah, ia bertanya pada teman-teman sesama blogger. Mulai dari urusan anak, suami, pekerjaan, seks sampai resep-resep masakan.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Akhirnya, lambat-laun ia mengabaikan pekerjaan rumah dan kewajibannya sebagai istri. Ia asyik dengan dirinya sendiri dan teman-teman blogger-nya. Dia tak pernah lagi memasak untuk anak dan suaminya. Perempuan itu, seolah-olah tak dapat hidup tanpa internet.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Lalu pada cerpen kedua, Perempuan dan Lelaki Maya. Sinta, nama tokohnya kali ini, menjadi korban cyber love (asmara virtual). Lebih parah lagi, di juga menjadi korban dari seorang maniak yang kerap meneror di blognya. Si Maniak ini ternyata orang yang sangat dikenalnya dalam kehidupan riil.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Ada lagi Petty, tokoh di Perempuan dalam Kegelapan. Petty adalah korban lain lagi akibat sihir internet. Petty bertemu, berkenalan, dan jatuh cinta pada seorang pria yang dikenalnya lewat chatting. Petty mabuk kebayang sehingga nekad meninggalkan suami dan memilih hidup bersama tanpa menikah dengan pria dari internet itu.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Perempuan dalam pandangan Labibah yang ditampilkan melalui tokoh-tokoh cerpennya ini adalah makhluk "lemah" dengan kecenderungan mudah terpikat rayuan gombal dan janji-janji surga. Bukan saja pada ruang-ruang maya di internet, tetapi juga dalam kehidupan nyata. Kecuali pada Perempuan Pengusung Tradisi. Tokoh perempuannya dilemahkan dan dibuat tak berdaya oleh aturan tradisi, budaya, serta agama.  &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Persoalan perempuan yang diangkat Labibah adalah persoalan-persoalan yang karib dengan keseharian kita. Asmara maya, perselingkuhan, kawin paksa, kecanduan internet. Bukankah semua itu dapat dengan mudah kita temui dalam kehidupan sehari-hari? Kalau pun bukan kita sendiri yang mengalami, barangkali kita telah pernah melihat atau mendengarnya dari kawan-kawan kita.  &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Agaknya Labibah lewat cerpen-cerpennya ini ingin bertegur sapa dan berbagi kisah dengan para pembacanya (khususnya perempuan) sembari sedikit menitipkan pesan supaya lebih bijak dan arif menyikapi teknologi internet. Sebagaimana halnya pisau dapur, akan menjadi benda berguna jika dipakai mengiris bawang atau mengupas apel dari pada untuk melukai sebatang pohon pelindung, misalnya.  Begitu pula internet, akan sangat besar manfaatnya apabila dipergunakan untuk melakukan hal-hal positif.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Endah Sulwesi 4/10&lt;br /&gt;&lt;a href="http://perca.blogdrive.com"&gt;www.perca.blogdrive.com&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Thank you ya ndah!!!&lt;br /&gt;Sudah sah rasanya bukuku karena sudah di review Endah. hehe&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/18366779-115999490252855586?l=duniafiksi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://duniafiksi.blogspot.com/feeds/115999490252855586/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=18366779&amp;postID=115999490252855586' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18366779/posts/default/115999490252855586'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18366779/posts/default/115999490252855586'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://duniafiksi.blogspot.com/2006/10/review-addicted-to-weblog-by-endah.html' title='Review: Addicted to Weblog by Endah Perca'/><author><name>Labibah</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-18366779.post-115288659918514826</id><published>2006-07-14T07:11:00.000-07:00</published><updated>2006-07-14T07:16:39.546-07:00</updated><title type='text'>Review: addicted to Weblog by Dhika, Jakarta</title><content type='html'>Judul: Addicted To Weblog - Kisah Perempuan Dalam Dua Dunia&lt;br /&gt;Penulis: Labibah Zain&lt;br /&gt;Penerbit: Pustaka Populer Obor - YOI&lt;br /&gt;Tebal: 191&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika berbicara mengenai komunikasi dan interaksi maka hal yang tidak mungkin dipisahkan adalah terwujudnya sebuah realitas sosial. Internet adalah sebuah media komunikasi dan ketika komunikasi itu terus berkembang saling berkelindan, maka agaknya tanpa sadar internet telah melahirkan sebentuk realitas sosial yang patut dicermati. Sebuah contoh adalah pertemanan dalam dunia maya, dengan dukungan teknologi yang terus berkembang tidak jarang kehangatan dan keeratannya jauh melebihi dibanding pertemanan di dunia nyata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Addicted To Weblog (yang diambil dari judul salah satu cerpen) adalah sebuah kumpulan cerpen karya Labibah Zain (aka maknyak) yang mencoba menuturkan dinamika pertemanan (antara blogger) di internet dalam bentuk yang jamak. Dramatis namun terasa dekat dan nyata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    “Tak jarang terjadi perbedaan pendapat di antara mereka. Bahkan kadang-kadang menjadi pertengkaran hebat. Saling mengiris perasaan satu sama lain dengan kata-kata yang lebih tajam dari pedang, dan menjadi permusuhan besar walau belum pernah saling bersua. Padahal hanya karena kesalahan memilih kata-kata.” (Addicted To Weblog, hal 37)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Labibah Zain sendiri adalah seorang founder Blogfam, sebuah komunitas blogger terbesar di Indonesia, sehingga wajar jika dinamika pertemanan sesama blogger tersebut mampu tereksplorasi dengan baik pada cerpen-cerpennya. Interaksinya dengan banyak blogger ditambah dinamika yang terjadi di Blogfam agaknya telah menginspirasi cerpen-cerpennya. Blogfam seolah telah menjelma menjadi laboratorium besar bagi proses kreatifnya. Tidak ada kesan menggurui, Labibah dengan kesabaran penuh mengurai narasinya seperti tanpa pretensi namun tanpa terasa menjadi narasi ‘olok-olok’ dan ‘gugatan’ terhadap sebuah realitas sosial.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedelapan cerpennya semua bertutur mengenai perempuan sebagai tokoh sentral. Penggambaran perempuan-perempuan yang rapuh. Rapuh terhadap perilaku menyimpang pertemanan di internet, rapuh terhadap sebuah situasi. Menurut saya hanya ada 2 cerpen (Perempuan, 17 Tahun dan Perempuan Pengusung Tradisi) yang tidak berlatar dunia maya, 1 cerpen (Perempuan di Sudut Taman) meski tidak tegas menggambarkan mengenai realitas sosial dalam dunia maya namun minimal terinspirasi dan coba bertutur dalam bentuk analogi yang lain. Keenam cerpen yang berlatar dunia maya secara implisit menggambarkan realitas sosial di internet sebagai bentuk ‘pelarian’ dari realitas dalam dunia nyata. Tanpa disadari ataupun memang disengaja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keluar dari realitas sosial dalam dunia maya, bagi saya cerpen Perempuan Pengusung Tradisi menjadi cerpen yang paling menarik. Mengangkat tema tradisi pada kalangan jamaah (keturunan arab), Labibah menarasikannya dengan sangat baik dalam penguasaan kebiasaan dan istilah. Meski berlatar tempat Solo, namun saya langsung teringat dengan kampung Arab yang ada di Pekalongan, tempat kelahiran saya. Dan karena Labibah juga berasal dari Pekalongan, meski saya belum tahu apakah dia juga orang jamaah, saya menduga bahwa apa yang diungkapkannya dalam Perempuan Pengusung Tradisi adalah bagian dari kisah hidupnya atau minimal orang yang sangat dekat dengannya. Benarkah demikian? Labibah sendiri yang bisa menjawabnya. :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menarik, satu kata yang sesuai sebagai sebuah kesimpulan setelah membaca kumpulan cerpen ini. Jika Anda tertarik dengan realitas sosial dalam dunia internet, maka kumpulan cerpen ini sangat layak Anda perhatikan. Dan sependapat dengan Maman Mahayana pada bagian pengantar dalam buku ini, Labibah telah memulainya dengan baik tinggal apakah dia cukup punya nafas panjang untuk merangkaikan karya-karya berikutnya. Kita tunggu saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh &lt;a href="http://dirgaa.com"&gt;Adhika Dirgantara&lt;/a&gt; di &lt;a href="http://dirgaa.com/archives/addicted-to-weblog.html"&gt;weblog&lt;/a&gt; nya&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/18366779-115288659918514826?l=duniafiksi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://duniafiksi.blogspot.com/feeds/115288659918514826/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=18366779&amp;postID=115288659918514826' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18366779/posts/default/115288659918514826'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18366779/posts/default/115288659918514826'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://duniafiksi.blogspot.com/2006/07/review-addicted-to-weblog-by-dhika.html' title='Review: addicted to Weblog by Dhika, Jakarta'/><author><name>Labibah</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-18366779.post-117112156988366651</id><published>2006-07-07T07:29:00.000-07:00</published><updated>2007-02-10T07:32:50.150-08:00</updated><title type='text'>Aly and Labibah on Montreal Mirror</title><content type='html'>Word quake&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;When Lawn Chair Soirée organizer Jan Jorgensen heard about the earthquake in the Yogiakarta area of Indonesia, she immediately thought of her Indonesian friend and fellow poet, Ali D. Musyrifa. “I called Ali to see if his family was all right, and it turned out Yogiakarta was his city,” she explains. Jorgensen organized the Spoken Word Marathon Benefit to help raise relief funds. It boasts more than 30 readers, including Musyrifa himself as well as Labibah Zain reading in English and Indonesian, and Élizabeth Robert and her fellow scribes from Noches de Poesia, who’ll perform works in Spanish, French and English. July 1, 10 a.m.–10 p.m., Webster Hall at Westmount Park Church (4695 de Maisonneuve W.), $3, 721-8420. —Vincent Tinguely&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(&lt;a href="http://www.montrealmirror.com/2006/062906/artsweek.html"&gt;Montreal mirror Jun 29-Jul 5.2006 Vol. 22 No. 2&lt;/a&gt;)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/18366779-117112156988366651?l=duniafiksi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://duniafiksi.blogspot.com/feeds/117112156988366651/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=18366779&amp;postID=117112156988366651' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18366779/posts/default/117112156988366651'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18366779/posts/default/117112156988366651'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://duniafiksi.blogspot.com/2006/07/aly-and-labibah-on-montreal-mirror.html' title='Aly and Labibah on Montreal Mirror'/><author><name>Labibah</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-18366779.post-114432523623516511</id><published>2006-04-06T05:03:00.000-07:00</published><updated>2006-09-14T12:22:46.760-07:00</updated><title type='text'>Reviewed by Primadonna Angela (Novelis) di bz!Blogfam</title><content type='html'>Kumpulan Cerpen Addicted to Weblog - Kisah Perempuan dalam Dua Dunia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Judulnya menggugah, membuat penasaran. Apalagi ditulis oleh pendiri komunitas Blogfam, Labibah "Maknyak" Zain. Saya jadi bersemangat melahap cerita demi cerita yang disajikan. Tema yang diusung juga bisa dikatakan unik untuk ukuran Indonesia. Dengan tema sentral tetap tentang perempuan, tapi kadang bersinggungan dengan weblog dan internet, juga dengan tradisi. Beberapa hal yang mungkin tidak terpikirkan sebelumnya oleh pembaca, dijelajahi Labibah dengan sederhana dan tidak memaksa, sehingga terasa sebagai aliran yang halus, lembut, sekaligus mencekam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Obsesi seorang perempuan pada blog dapat dilihat di Addicted to Weblog-Kisah Perempuan dalam Dunia Dunia, yang sekaligus menjadi judul kumpulan cerpen ini. Mungkin para perempuan yang membaca kumcer ini dapat merasakan empati mendalam pada tokoh utama. Dalam "Perempuan dan Lelaki Maya", pembaca dapat melihat keputusasaan tokoh utama dalam rumah tangganya, juga penyesalannya terhadap masa lalu yang tak dapat ia ulang lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara, "Perempuan dalam Kegelapan" bertutur tentang perempuan yang merasa jenuh dengan rumah tangganya sehingga memilih jalan keluar yang ternyata tidak sesuai dengan yang ia harapkan. "Perempuan Itu Bernama Sinta" berkisah tentang seorang Sinta yang menunjukkan identitas berbeda di dunia maya. "Perempuan dalam Dua Etalase" menceritakan kisah cinta yang mungkin terdengar klise, tapi toh sering terjadi. "Labibah dalam Perempuan", 17 Tahun mendongengkan kisah cinta remaja yang manis sekaligus tragis. "Perempuan di Sudut Taman" berkisah tentang ego seorang perempuan, yang dapat merasuk menusuk, bisa juga merupakan simbolisme dari energi negatif yang kita miliki. Cerita yang paling berkesan bagi saya adalah "Perempuan Pengusung Tradisi". Dengan lancar Labibah bertutur mengenai perempuan keturunan Arab juga pola pikir serta tradisinya. Saya merasa ada potensi bagi cerita ini untuk dikembangkan lebih lanjut menjadi sebuah novel tersendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal yang saya rasa cukup mengganggu dari buku ini adalah cukup banyaknya salah cetak yang terjadi. Misalnya saja yang terjadi pada halaman 41:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ding", messengger Sinta berbunyi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara keseluruhan memang tidak mengubah makna cerita, tapi cukup membuat saya kesal karena membuat saya tersendat-sendat menikmati alur cerita. Saya juga sempat meringis melihat covernya. Anatomi perempuan yang digambarkan di cover ini juga terasa aneh-walaupun mungkin saja ada unsur kesengajaan, untuk memberikan nuansa "maya". Terlepas dari semua itu, saya dapat melihat potensi Labibah dalam merenda berbagai cerita. Terus berkarya, Labibah Zain! ***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;bz!Bincang: Kumpulan Cerpen Addicted to Weblog - Kisah Perempuan dalam Dua Dunia&lt;br /&gt;Labibah Zain&lt;br /&gt;Yayasan Obor Indonesia&lt;br /&gt;xvi+192 halaman&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh :&lt;a href="http://vervain.blogspot.com/"&gt;Primadonna "tenshi" Angela&lt;/a&gt; di &lt;a href="http://bz.blogfam.com/bzbincang/kumpulan_cerpen_addicted_to_we/"&gt;bz!blogfam edisi April 2006&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/18366779-114432523623516511?l=duniafiksi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://duniafiksi.blogspot.com/feeds/114432523623516511/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=18366779&amp;postID=114432523623516511' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18366779/posts/default/114432523623516511'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18366779/posts/default/114432523623516511'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://duniafiksi.blogspot.com/2006/04/reviewed-by-primadonna-angela-novelis.html' title='Reviewed by Primadonna Angela (Novelis) di bz!Blogfam'/><author><name>Labibah</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-18366779.post-114286518710036031</id><published>2006-03-20T06:29:00.000-08:00</published><updated>2006-03-20T06:33:46.440-08:00</updated><title type='text'>Iman Potter, Pelajar, Blogger di Padang</title><content type='html'>Wow! Sama halnya dengan K Boy, kemarin aku begitu takjub! Ketika melihat sebuah bungkusan kecil yang rapi yang tertulis untukku. Setelah kulihat alamat pengirim. Ternyata dari Indosiar! Owh... dan setelah kubuka, ternyata itu buku Addicted To Weblog. Tanpa membuang waktu, kumulai membaca lembar demi lembar. Tapi.. sayangnya, aku belum selesai membacanya (Baru sampai Hal 146), karena kesibukanku kemarin dan hari ini. Tapi, setidaknya, aku sudah bisa membayangkan bagaimana cerita cerita di halaman selanjutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semula, aku begitu ragu. Apakah buku ini akan asyik dibaca, atau membosankan. Tapi, namanya Imanpotter. Mana bisa mendiamkan sebuah buku yang tergeletak sendiri tanpa ada yang menyentuhnya. Naluriku mulai muncul, untuk menyelami dunia dari lembar ke lembar. Hingga, akhirnya, aku bisa memunculkan sebuah review tentang Buku karya Labibah Zain itu di blog ini. Tak beda jauh dengan para reviewer yang sudah memunculkan komentarnya tentang buku ini, satu hal yang bisa kukatakan "Hebat!".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya... Maknyak (Username Labibah Zain di Blogfam), mampu mengaktualisasikan dan mengeksplorasi dua dunia (Maya dan Nyata) dengan kata kata yang sebetulnya sederhana, tapi bermakna. Maknyak banyak menggunakan majas majas perumpamaan dalam buku ini, yang membuat buku ini lebih mempunyai "SOUL". Dan Maknyak mampu menggambarkan segalah hal yang Bloggers atau Netters alami dalam buku ini. Misalnya dalam cerpen "Addicted To Weblog" , alur ceritanya begitu tertata rapi. Maknyak mampu membawa pembaca ke dalam dunia imajinasinya. Selain itu, dalam cerpen ini, Maknyak sangat berhasil dalam memvisualisasikan virus kecanduan yang saya yakin akan dialami oleh semua Bloggers. Tapi, Maknyak tidak hanya berbicara soal Addicted To Weblog saja. Dia juga memasukkan kritikan terhadap kondisi bangsa. Misalnya seperti kritikan terhadap PT.Awang Awang yang melakukan korupsi. Dimana ini merupakan sebuah realita bangsa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan satu lagi, Ending yang tak terbaca, membuat kita akan larut dalam emosi. Siapa yang mengira, jika tokoh utama dalam Addicted To Weblog berakhir hidupnya setelah meninggalkan sebuah kenangan dalam Blog nya akibat Kanker Payudara. Atau.. akhir yang tragis bagi Petty dalam "Perempuan Dalam Kegelapan" atau..kisah Sinta yang ditampilkan dalam berbagai versi. Tapi, ada hal yang membuat aku bingung. Sejauh yang aku baca, setiap cerita selalu berakhir dengan tragis atau nggak "Happy Ending". Sepertinya, terkesan Maknyak menunjukkan bahwa Internet hanyalah perusak (Itu hanya opini saya).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi, bagaimanapun juga. Labibah Zain telah menampilkan sebuah cerita yang layak dan wajib untuk dibaca oleh semua Bloggers. Karena, ketika anda selesai membacanya, anda akan manggut manggut, seakan akan itu adalah hal yang pernah anda alami juga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah cerita yang bagus adalah ketika si penikmat dari cerita itu mampu masuk ke dalam dunia imajinasi, dan ketika itu pula, kita ingin terjun dan menjadi salah satu peran dalam tokoh itu. Dan Maknyak telah berhasil melakukannya. Untuk itu RATING 4 BUAT MAKNYAK&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;oleh &lt;a href="http://blog.indosiar.com/iman_potter/"&gt;Iman Potter&lt;/a&gt; di &lt;a href="http://blog.indosiar.com/iman_potter/?op=readblog&amp;idblog=35882"&gt;blog Indosiar&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/18366779-114286518710036031?l=duniafiksi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://duniafiksi.blogspot.com/feeds/114286518710036031/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=18366779&amp;postID=114286518710036031' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18366779/posts/default/114286518710036031'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18366779/posts/default/114286518710036031'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://duniafiksi.blogspot.com/2006/03/iman-potter-pelajar-blogger-di-padang.html' title='Iman Potter, Pelajar, Blogger di Padang'/><author><name>Labibah</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-18366779.post-114029458267170074</id><published>2006-02-18T12:25:00.000-08:00</published><updated>2006-02-18T12:29:42.916-08:00</updated><title type='text'>Resensi "Addicted to Weblog" di Batam pos by Iwok</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://photos1.blogger.com/blogger/2830/280/1600/addicted%20scanned.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://photos1.blogger.com/blogger/2830/280/320/addicted%20scanned.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/18366779-114029458267170074?l=duniafiksi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://duniafiksi.blogspot.com/feeds/114029458267170074/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=18366779&amp;postID=114029458267170074' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18366779/posts/default/114029458267170074'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18366779/posts/default/114029458267170074'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://duniafiksi.blogspot.com/2006/02/resensi-addicted-to-weblog-di-batam.html' title='Resensi &quot;Addicted to Weblog&quot; di Batam pos by Iwok'/><author><name>Labibah</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-18366779.post-113881823488085122</id><published>2006-02-01T10:22:00.000-08:00</published><updated>2006-02-01T19:47:13.066-08:00</updated><title type='text'>Irfan, wartawan, Solo</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Addicted to Weblog: Tak Wajib Dibaca, Tak Harus Dibeli&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Dunia maya itu candu.&lt;br /&gt;Dunia maya itu palsu.&lt;br /&gt;Dunia maya itu topeng.&lt;br /&gt;Tapi tidak selalu.&lt;br /&gt;Itu tergantung dari hati si pelaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang akan terjadi jika seseorang ketagihan untuk menjelajahi dunia maya? Kebaikan kah yang didapat? Atau malah ketiban masalah? Positif atau negatif akibat yang didapatkan seseorang dari sebab keterlibatannya dengan dunia maya - menurut saya - tergantung dari bagaimana cara dia berinteraksi dengan dunia maya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalimat itu yang terlintas di benak saya, beberapa lama setelah usai membaca buku Kumpulan Cerpen-nya Labibah Zain berjudul Addicted to Weblog. Lima cerpen pertama di buku itu memberi gambaran, akibat dari sebab keterlibatan seseorang dengan dunia maya. Terutama layanan instant message, blog, e-mail, pertemanan, dan semacamnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai contoh, di repertoar pertama, penulis - yang pendiri blogfam.com, sebuah komunitas blogger yang anggotanya terpencar di penjuru bumi - memaparkan, bagaimana seorang ibu sampai lupa mengurus rumah, karena 'kerasukan' blog.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itu hanya contoh. Dengan lugas, Maknyak - panggilan sayang penghuni blogfam.com pada Labibah - juga memaparkan fakta di salah satu cerpen di buku itu, bahwa pelaku dunia maya sering memakai topeng untuk menutupi identitas aslinya, berperilaku layaknya orang sempurna, tapi sebetulnya memiliki nasib tragis di dunia nyata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih ada beberapa contoh lain, yang dipaparkan Maknyak dalam cerpen-cerpen lain di buku itu, tentang sebab dan akibat dari keterlibatan di dunia maya, karena mengenakan 'topeng'.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi Maknyak tidak hanya menyoroti fenomena dunia maya di buku itu. Dua cerpennya malah memaparkan realita di dunia nyata, tentang akibat pergaulan yang kebablasan dan soal tradisi, dan satunya lagi bercerita tentang 'taman'. Sengaja saya tidak memaparkan apa maksud 'taman' disini, karena interpretasi saya akan 'taman' yang ditulis Maknyak dalam cerpen yang tersaji sebagai repertoar ketujuh di buku itu bisa jadi akan berbeda dengan pembaca lain. Lebih baik, Anda baca sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau menurut istilah saya, meski judul bukunya - yang juga merupakan judul cerpen repertoar pertama di buku - sangat berbau dunia maya, tapi tidak semua cerpen ditulis Maknyak saat komputernya connect dengan internet. Hanya lima cerpen saja yang ditulis Maknyak saat komputernya connect dengan internet, karena akar temanya ada di seputar dunia maya. Sementara tiga cerpen lainnya, ditulis saat komputernya tidak connect dengan internet. Entah karena tagihan membengkak sehingga connect internet untuk sementara diputus, atau karena sebab lain, saya tidak tahu, hehehehe.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oh ya, satu cerpen yang menjadi favorit saya di buku itu berjudul Perempuan Pengusung Tradisi. Maknyak dengan tepat menggambarkan tradisi dimana dia - mungkin - dibesarkan. Tradisi yang - menurut kacamata saya - malah membelenggu dan membuat orang yang ada di dalamnya tertekan. Tradisi, yang sebetulnya berlawanan dengan situasi sosial yang berkembang, karena tradisi itu sangat mengkotak-kotakkan, membuat satu kelompok merasa jumawa dengan statusnya, sementara kelompok lain merasa tersisih. Selain itu, cerpen yang juga menjadi penutup buku ini saya sukai karena mengambil setting sebuah kampung bernama Pasar Kliwon di Solo, juga Jogja. Maklum, saya kan hidup di Solo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maknyak, ente orang Solo, ya? Pasar Kliwon? Sebelah mananya RS Kustati? Kalau dari perempatan Sangkrah jauh nggak? Bengkel sepeda motor langgananku ada di sebelah selatan perempatan Sangkrah, lho!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oh ya, benang merah buku ini adalah perempuan. Tema yang diangkat dalam cerpen-cerpen di buku ini memang berkisar soal wanita, baik sebagai sebab maupun sebagai akibat. Dan Maknyak, sebagai wanita, meski - saya (agak) yakin - tidak mengalami semua yang dia paparkan dalam cerpennya, tapi dia mampu menggambarkannya dengan jelas dan terasa nyata apa yang dialami wanita yang menjadi tokoh dalam cerita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi itu wajar. Sebagai penulis, jurus pemaparan fakta atau cerita fiksi alias mendeskripsikan dengan jelas, rinci dan runtut, menurut saya, sudah keharusan. Tentu, agar pembaca tertarik dan terus tertarik untuk membaca tulisannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang juga saya sukai dari buku itu, karena mampu mematikan kesimpulan yang saya ambil ketika saya membaca tiap repertoar cerpen. Saat membaca sampai pertengahan cerita, dengan background cerita di bagian depan yang terasa menyenangkan, saya menyimpulkan jika ending cerita akan berakhir seperti ini. Tapi ternyata, kesimpulan saya salah, karena ending berakhir seperti itu. Bahkan jauh sekali dari kesimpulan saya. Jadi, saran saya, jika Anda membaca buku ini, baca saja sampai habis dan jangan mengambil kesimpulan dari cerpen yang Anda baca ketika baru sampai di pertengahan. Tapi kalau Anda nekat, ya terserah….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai tambahan, buku ini tidak wajib dibeli. Kalau diwajibkan untuk membeli, sementara Anda misalnya sedang tidak punya budget untuk membeli buku, saya takut nanti saya yang disalahkan karena sudah mewajibkan membeli buku ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buku ini juga tidak wajib dibaca. Sebab kalau diwajibkan untuk membaca, sementara Anda misalnya lebih hobi membaca Playboy, atau membaca stensilan, saya takut Anda malah nanti mengalami tekanan batin ketika membaca Addicted to Weblog, meski ada sedikit 'bagian nakal' di buku ini, tapi tidak saru dan vulgar, karena itu menjadi bagian dari alur cerita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya saja, buku ini layak dibaca. Baik oleh para pelaku dunia maya maupun para pelaku dunia nyata. Buku ini juga layak dibeli. Tapi kalau Anda merasa buku ini tidak layak dibaca dan dibeli, ya itu terserah Anda. Saya tidak memaksa, kok. Pun demikian dengan Maknyak. Tapi kalau Anda merasa buku ini wajib dibaca dan wajib dibeli, tentu sangat diperbolehkan dan tidak dilarang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebetulan saja saya dapat buku ini secara gratis dari blogfam.com … hehehehehe.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh &lt;a href="http://irf.blogsome.com/2006/01/30/resensi/"&gt;Irfan di weblognya&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/18366779-113881823488085122?l=duniafiksi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://duniafiksi.blogspot.com/feeds/113881823488085122/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=18366779&amp;postID=113881823488085122' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18366779/posts/default/113881823488085122'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18366779/posts/default/113881823488085122'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://duniafiksi.blogspot.com/2006/02/irfan-wartawan-solo.html' title='Irfan, wartawan, Solo'/><author><name>Labibah</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-18366779.post-113805839902041965</id><published>2006-01-23T15:17:00.000-08:00</published><updated>2006-01-23T15:19:59.273-08:00</updated><title type='text'>Dini, Blogger, Jakarta</title><content type='html'>Addicted to weblog&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ceritanya, dahlia got this book from Kopdar BF di Bandung. Seperti biasa, she let me read it first,..biasa lah dia suka nganggap g sbg roger ebert bacaannya. Klo ceritanya bagus, g suka recommed, lo harus baca, gt,...trus klo ceritanya jelek, dia gak bakal baca buku itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, baca buku ini, I cant help but wonder, betapa besarnya kecintaan Maknyak terhadap temen2 blognya,..ampe2 dia menulis sesuatu ttg dunia web, its like she was trying to worn us...baik itu the good side, ampe the bad side about weblog. In the end we learn something out of it. Udah gitu, saking cintanya maknyak ampe make beberapa nama2 temannya....sumpeh lo...no wonder founder Blogfam ini begitu dicintai temen2nya. Lo buka ini, lo perhatiin betapa banyaknya orang2 yg mampir situ dari jumlah comment yg masuk setiap ending postingan maknyak. Trust me, when you are a blogger mania, lo sukses apa nggak itu tergantung dari berapa orang yg comment di postingan elu. Terakhir, pesan apa yg makyak trying to tell to the reader of this book, which is..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Is it addicted to weblog is good or bad?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Trus, dr awal udah dibilangin, klo cerita dibuku ini adalah fiktif, jika ada kesamaan, itu adalah kebetulan belaka, but somehow, the character here is a true story that they seems to get trapped in web world, trus mereka sampe gak bisa get the hell out of there, and every ending in this book is leaves us with question mark ..”Why ?”..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada satu cerita yang gue bilang, gue banget,..karena tujuan awal g berblogging adalah to capture memories, to give to anak cucu kita kenang2an , jadi klo g ntar udah gak ada,trus anak2 gue udah pada gede, ntar bisa liat,...how were they were raised.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Moral of the Story.. that weblog is good, tapi addicted to weblog is not good, karena masih ada dunia yang lebih baik, which is the real world we live in.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;oleh &lt;a href="http://bundaraihan.blogspot.com/2006/01/addicted-to-weblog.html#comments"&gt;Dini di weblognya.&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/18366779-113805839902041965?l=duniafiksi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://duniafiksi.blogspot.com/feeds/113805839902041965/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=18366779&amp;postID=113805839902041965' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18366779/posts/default/113805839902041965'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18366779/posts/default/113805839902041965'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://duniafiksi.blogspot.com/2006/01/dini-blogger-jakarta.html' title='Dini, Blogger, Jakarta'/><author><name>Labibah</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-18366779.post-113776542743619497</id><published>2006-01-20T05:54:00.000-08:00</published><updated>2006-01-20T05:57:22.633-08:00</updated><title type='text'>Shrie, blogger, Jakarta</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Addicted to Weblog&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Category:Books&lt;br /&gt;Genre:  Other&lt;br /&gt;Author: Labibah Zain&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Addicted to weblog, adalah buku kumpulan cerpen yang di tulis oleh Labibah Zain (pendiri Blogfam community). Menceritakan mengenai perempuan dalam dua dunia. Cerita yang sangat menarik dibaca dan sangat dekat dengan realita yang ada sekarang ini. Buku ini terdiri dari 7 buah cerpen yaitu ; Addicted to weblog (Kisah Perempuan dalam dua dunia), Perempuan dan Lelaki maya, Perempuan Dalam Kegelapan, Perempuan itu bernama Sinta, Perempuan dalam etalase, Perempuan 17 tahun, Perempuan di sudut taman &amp; Perempuan pengusung tradisi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cerpen cerpen diatas dikisahkan dengan sangat sederhana dan sangat dekat dengan realita yang ada, apa lagi cerpen yang berjudul “Addicted to Weblog” penulis sangat details menceritakan bagaimana seorang ibu rumah tangga yang terobsesi dengan blognya (rumah maya) dan apa yang di jabarkan oleh penulis sebagian besar mirip dengan apa yang pernah saya alami, karena awalnya saya juga pernah sangat sangat terobsesi dengan dunia blog ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi saya merasakan benang merah di semua cerpen ini, sepertinya si penulis membuat ending ceritanya dengan objek penderita, ya... si perempuan ini hehehehe, apakah benar begitu mbak Labibah?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anyway salut deh dengan penulisnya karena sangat jarang ada novel yang menganggat kisah perempuan di dunia maya ini, dunia yang tidak berbatas. Sekali lagi selamat ya Mbak Labibah, kalau ke Jakarta harap tanda tangan dan cap bibirnya jangan di lupakan buat aku (seperti janjimu di forum blogfam).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;oleh &lt;a href="http://shrie.multiply.com/reviews/item/7"&gt;Shrie di Multiply&lt;/a&gt; nya&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/18366779-113776542743619497?l=duniafiksi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://duniafiksi.blogspot.com/feeds/113776542743619497/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=18366779&amp;postID=113776542743619497' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18366779/posts/default/113776542743619497'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18366779/posts/default/113776542743619497'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://duniafiksi.blogspot.com/2006/01/shrie-blogger-jakarta.html' title='Shrie, blogger, Jakarta'/><author><name>Labibah</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-18366779.post-113691089898454108</id><published>2006-01-10T08:33:00.000-08:00</published><updated>2006-01-10T08:34:59.296-08:00</updated><title type='text'>Iwok, Blogger, Tasikmalaya</title><content type='html'>Membaca cerpen2 disini, betapa Maknyak menunjukkan kecintaannya kepada tokoh-tokoh perempuan dan dunia weblog-nya. Betapa perempuan itu tidak hanya beranjak dari dapur dan mengurus anak saja, tapi sudah 'harus' bisa menjelajah ke dunia teknologi terkini, internet. Betapa Maknyak sangat mengidolakan seorang 'Sinta' yang namanya muncul sebagai tokoh utama di beberapa cerpennya disini. dan betapa betapa lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perempuan dalam kaca mata perempuan terasa sangat komplit. Maknyak dengan lengkap dan detail mengeksplorasi berbagai macam karakter perempuan lengkap dengan komplikasi permasalahannya. Kadang gw mikir, Maknyak sedang membicarakan siapa sekarang, di cerpen yang ini. is she real? jangan terlalu berharap ada happy ending di setiap cerpennya, karena Maknyak akan membawa kita untuk akhirnya cuma bisa mengelus dada dan menangis duka bersama si tokoh, dan meyakini it really happens in real world.(duh gw jadi kebawa sentimentil nih).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk orang yang jarang baca karya sastra, bahasa Maknyak terasa cukup berat di pertengahan buku (cerpen pertama dan kedua masih terasa nikmat tanpa beban). Gaya bahasanya sangat khas, tapi biarkan mata menata kata, dan biarkan bibir berkomat-kamit mengikuti semua jalannya, lambat laun kita akan merasakan indahnya Maknyak mengolah kata. Gw sendiri heran, kok bisa akhirnya gw mengerti??&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maknyak, it's really great! tidak seriang Donna memang, tidak ada lucu-lucunya seperti Isman, atau semanis endingnya Tria, this is different! Apa karena bentuknya cerpen? waaaaaaahhhhhhhhh ... kalo itu sih ngga tau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Note:&lt;br /&gt;Untuk para perempuan : This book dedicated to you. read it!&lt;br /&gt;Untuk para Blogger : pas baca buku ini, sewaktu2 pasti akan memekik 'wah, ini gw banget!'&lt;br /&gt;Untuk para buku maniak : collectible banget.&lt;br /&gt;Untuk yg pada penasaran : sudah beredar di toko2 buku terdekat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;oleh &lt;a href="http://iwok.blogspot.com/2006/01/addicted-to-weblog.html"&gt;iwok&lt;/a&gt;, Pak lurah blogfam Bandung di weblognya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/18366779-113691089898454108?l=duniafiksi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://duniafiksi.blogspot.com/feeds/113691089898454108/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=18366779&amp;postID=113691089898454108' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18366779/posts/default/113691089898454108'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18366779/posts/default/113691089898454108'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://duniafiksi.blogspot.com/2006/01/iwok-blogger-tasikmalaya.html' title='Iwok, Blogger, Tasikmalaya'/><author><name>Labibah</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-18366779.post-113395961116764142</id><published>2005-12-07T04:45:00.000-08:00</published><updated>2005-12-07T04:48:20.993-08:00</updated><title type='text'>Fitra, blogger di Depok, Jakarta</title><content type='html'>Novel ini adalah salah satu korban pelampiasan rasa penasaran saya. Bermula ketika pertama kali mengikuti Pot Luck nya Blog Fam, mingle dengan teman2 yang sama sekali baru saya kenal dan pada akhirnya membuat saya betul2 impressed dengan keakraban mereka, salah satu teman di BlogFam (Rika) memegang sebuah buku kecil dengan warna merah yang eye catching oleh saya yang akhir2 ini kembali menjadi makhluk maniak buku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seberondong pertanyaan pun mengalir dari saya, dan dari Rika-lah saya tahu penulis Novel tersebut adalah founder nya BlogFam. Hati saya langsung membuat keputusan, novel ini akan masuk dalam shopping bag list saya karena rasa impressed saya terhadap blogfam ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam waktu kurang lebih 2 jam Novel ini saya tamatkan. Novel yang berisikan kumpulan cerpen yang berkisar pada kehidupan makhluk2 yang berkeliaran di dunia maya ini betul-betul adalah sebuah hasil karya a must-read! Alur cerita yang membawa saya sempat melayang pada beberapa slide kehidupan yang pernah saya jalani, dialog per dialog yang rasanya dejavu dan beberapa ending yang membuat saya terhenyak, di luar dugaan! Ini bukan hasil karya yang biasa!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada 2 cerita yang memakai tokoh bernama Shinta yang membuat saya tertarik. Sosok seleb dalam dunia maya yang sangat misterius dan digandrungi para makhluk di dunia maya. Dan ending cerita yang sungguh tanpa diduga. Dan ada pula salah satu ceritanya yang sarat akan bahasa kias, tapi cukup dapat saya nikmati. Cerpen di bab pertama, cerita tentang seorang ibu rumah tangga yang totally addicted dengan dunia blog, sempat membuat emosi saya bergolak, tertawa dan menangis pada endingnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya betul2 suka buku ini! Semua ceritanya adalah realitas kehidupan dunia maya yang dikemas dalam bahasa yang mampu membuat emosi saya ikut mengalir di dalamnya!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata rasa penasaran saya berlanjut kepada keingin tahuan saya tentang sang penulis yang kerap dipanggil Maknyak di warga Blogfam ini, beliau ini adalah seorang yang cukup profesional dalam dunia tulis menulis, Labibah Zain ternyata adalah seorang ibu rumah tangga yang saat ini sedang menyelesaikan pendidikan S3 nya di Montreal, sayang saya baru kali ini membaca karya sastra nya, aahhhh saya terlalu kuper ya!. Maknyak, salam kenal ya :-)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh &lt;a href="http://sweet-vanila.blogspot.com/"&gt;Fitra di Weblognya &lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/18366779-113395961116764142?l=duniafiksi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://duniafiksi.blogspot.com/feeds/113395961116764142/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=18366779&amp;postID=113395961116764142' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18366779/posts/default/113395961116764142'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18366779/posts/default/113395961116764142'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://duniafiksi.blogspot.com/2005/12/fitra-blogger-di-depok-jakarta.html' title='Fitra, blogger di Depok, Jakarta'/><author><name>Labibah</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-18366779.post-113389271436645338</id><published>2005-12-06T09:59:00.000-08:00</published><updated>2005-12-07T20:14:13.290-08:00</updated><title type='text'>komentar vi3, itha dan Anina</title><content type='html'>&lt;a href="http://yovitaatmadjaja.blogspot.com/2005_11_01_yovitaatmadjaja_archive.html"&gt;Vi3 di Blognya&lt;/a&gt;:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;pas baca yang cerpen pertama, vi3 bacanya udah sambil senyum2 sendiri, berasa berkaca gituh.. pokoke vi3 banget dah... yang bener2 addicted to weblog sekaleeeeee. udah bener2 pake sekale lagi.. ya wes dobel2 gitu..&lt;br /&gt;trus lanjut lagi ke cerita kedua, cerita ketiga dan sampe abis.. kirain tuh seisi novel isinya ttg cyber world.. ternyata cerpen yang ditaruh di belakang2 gag nyentuh dunia cyber lagi..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;secara keseluruhan pokoke oke deh.. vi3 emang seneng baca cerpen soalnya.. tapi ya keknya antiklimaks aja gitu yang awalnya vi3 semangat baca karena menyangkut dunia yang vi3 gelutin tiap hari trus ke belakang2 ga ada cybernya sama sekali.. *sorry yo mak, cuman kritik..*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://anaklauts.blogspot.com"&gt;itha&lt;/a&gt; di &lt;a href="http://blogfam.com"&gt;blogfam&lt;/a&gt;:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"aku udah beli mak di gramed ps. baru, kemaren pas istirahat kantor dan lg jalan kesana&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sudah tuntas dibaca di bis selama perjalanan dr kantor ke rumah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;uuuhh ... akhir ceritanya rata2 bikin aku terhenyak mak.&lt;br /&gt;Di luar dugaan .. Smile.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Membaca cerpen ke-7 "Perempuan di sudut taman", aku seperti melihat sesuatu mak .&lt;br /&gt;Sampe dibaca berkali-kali utk meyakinkan.&lt;br /&gt;Aku gak bisa nulisnya, tp bisa merasakannya ... &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oya ... ada yg sedikit mengganjal nih.&lt;br /&gt;Kok rata2 ceritanya berakhir sedih atau tragis?&lt;br /&gt;Bikin juga dong yang akhirnya hepi mak." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://dnina.blogspot.com/"&gt;anina &lt;/a&gt;di private message:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"kemaren sore, saya beli buku kumcer nya!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kereeenn bangeddd maknyak. biggrin&lt;br /&gt;tapi diantara cerita2 yang di buku itu satu judul yang paling favorit itu "Perempuan dan Lelaki Maya"&lt;br /&gt;ceritanya bangusss banged,,,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;selalu ada cerita ga ga disangka sebelumnya dalam judul2 di kumcernya...[ itu tuh... ketemu di bandara, ga taunya suka sama cewek kan..]&lt;br /&gt;ga nyesel deh saya beli buku itu... :p"&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/18366779-113389271436645338?l=duniafiksi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://duniafiksi.blogspot.com/feeds/113389271436645338/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=18366779&amp;postID=113389271436645338' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18366779/posts/default/113389271436645338'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18366779/posts/default/113389271436645338'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://duniafiksi.blogspot.com/2005/12/komentar-vi3-itha-dan-anina.html' title='komentar vi3, itha dan Anina'/><author><name>Labibah</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-18366779.post-113180574737332805</id><published>2005-11-12T06:25:00.000-08:00</published><updated>2005-11-12T07:50:12.520-08:00</updated><title type='text'>La Rane "Jaf" Hafied, Broadcaster, Jurnalis, Blogger di Singapore</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Kumcer With A Mission&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Ada satu hal yang selama ini ternyata saya ‘take for granted’ dari kegemaran membaca karya-karya fiksi, yakni bertambahnya pengetahuan saya tentang berbagai macam hal yang mungkin tidak pernah terpikirkan atau tidak pernah saya ketahui sebelumnya. Kesadaran ini muncul ketika saya membaca Addicted To Weblog, kumpulan cerpen atau kumcer karya Labibah Zain, pengajar UIN Sunan Kalijaga, Jogjakarta, yang kini tengah merampungkan S3 nya di Montreal, Kanada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesadaran serupa agaknya muncul pada diri Neenoy, seorang blogger yang ikut memberikan komentar di sampul belakang buku kumpulan cerpen ini. Neenoy mengaku "tertonjok" dengan salah satu cerpen yang menggambarkan perilaku ketagihan yang rasanya pernah dialami para blogger, namun tidak semuanya bisa menyadari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kumcer karya Labibah ini memang banyak bercerita tentang kehidupan di alam cyber, khususnya kehidupan para blogger. Cerpen pertama yang judulnya juga dijadikan judul kumcer ini misalnya bercerita tentang seorang istri yang "memilih" untuk "hidup" di alam weblog dan perlahan meninggalkan kehidupan nyata termasuk suami dan anak-anaknya. Betapa tidak? Dengan berinteraksi dengan sesama blogger, ia bisa mendapatkan nyaris apapun, mulai dari resep dan tips-tips dapur, ngerumpi, sampai perhatian dari sesama blogger yang mungkin belum tentu didapatnya di "alam nyata". Sang suami sampai merasa tersingkirkan bahkan sempat benar-benar tersingkirkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang membaca cerpen itu kita dapat kesan bahwa pada akhirnya nge-blog itu berdampak negatif. Ya di satu sisi ada benarnya. Tapi di sela-sela cerpen itu penulis -dengan tidak terkesan ingin menggurui- menunjukkan bahwa banyak juga dampak positif dari nge-blog. Suami si tokoh dalam cerpen itu menyadari betapa istrinya -seorang ibu rumah tangga yang tipikal- tiba-tiba berubah menjadi wanita yang punya kemauan belajar yang tinggi, memiliki tambahan pengetahuan yang luar biasa, memiliki pergaulan yang luas dan juga kritis terhadap perkembangan keadaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengetahuan-pengetahuan dari alam cyber lainnya juga bertaburan dalam cerpen yang lain dalam buku ini. Tentang percintaan di dunia maya yang bisa tak kalah seru dengan di dunia nyata (Perempuan Dalam Kegelapan), tentang kehidupan rumah tangga (Addicted to Weblog), tentang bagaimana manusia berinteraksi di alam cyber (Perempuan dan Lelaki Maya), tentang bagaimana manusia bisa bersembunyi di balik topeng-topeng cyber hanya untuk menjadi dirinya sendiri (Perempuan Dalam Dua Etalase) dan lain sebagainya. Secara khusus juga tentang kehidupan perempuan dan dunia cyber, suatu hal yang juga nampak menjadi minat si penulis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya, ini memang cuma cerpen-cerpen belaka, tapi tanpa disadari ia membawa serta setumpuk misi tentang pengetahuan dan pesan moral bagi para blogger sekaligus juga "promosi" untuk mereka yang belum kenal dunia blogging pada khususnya dan internet pada umumnya. Paling tidak, cerpen ini bisa menambah lagi pemahaman orang tentang kehidupan blogger yang selama ini masih dianggap sebagai orang-orang kurang kerjaan, orang-orang narsis, orang-orang stress yang hanya bisa curhat di internet atau bahkan orang-orang yang hanya sekedar ikut trend belaka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan Labibah adalah orang yang rasanya punya kompetensi di bidang ini. Ia adalah seorang blogger bahkan juga pendiri dari Blogger Family, sebuah komunitas blogger Indonesia yang kini memiliki lebih dari seribu anggota yang berasal dari berbagai belahan dunia, berbagai lapisan umur, berbagai kalangan dan berbagai profesi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih dari itu, penulis kumcer ini adalah seorang tukang cerita yang menurut subjektifitas saya pandai sekali mengutak-atik kata. Ia sanggup membuat rangkaian cerita yang menarik dan pada saat yang sama memercikkan istilah-istilah teknis internet atau istilah lain (baca cerpennya yang terakhir: Perempuan Pengusung Tradisi) yang mungkin terdengar awam bagi yang tak tahu, tapi kemudian disertainya dengan penjelasan yang tidak merusak alur cerita atau tidak perlu boros paragraf hanya untuk menjelaskannya sehinnga kemudian merusak alur cerita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penulis kumcer ini juga punya kemampuan deskripsi yang bagus sehingga saya merasa bisa menggambarkan dengan jelas setting dari cerita dalam cerpen-cerpennya. Terlalu baik, mungkin, sehingga saya sempat dibuat agak jengah dengan penggambaran kekerasan seks dalam salah satu cerpennya (Perempuan dan Lelaki Maya). Saya tidak munafik dengan mengatakan bahwa seharusnya unsur seks tidak masuk dalam karya sastra, tetapi entah kenapa ada rasa jengah saja saat membaca bagian adegan seks di cerpen tersebut. Perasaan jengah serupa juga pernah saya alami saat membaca salah satu bagian dari novel Imperia karya Akmal Nasery Basral yang saya anggap sebagai salah satu novel yang luar biasa, tapi anehnya tidak saya rasakan saat membaca Saman nya Ayu Utami yang justru menurut saya jauh lebih vulgar penggambarannya. Oke lah, masalah seks dalam sastra memang bisa jadi perdebatan panjang, tapi itulah pendapat saya yang tentu saja sangat amat terbuka bagi dibantah oleh siapapun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terakhir sekali, di bagian pengantar kumpulan cerpen ini yang ditulis oleh sastrawan Maman S. Mahayana saya menemukan sebuah pertanyaan yang agaknya bisa atau bahkan harus menggelitik perasaan setiap penulis:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Persoalannya kini, apakah ia (Labibah, Red) punya nafas panjang untuk menunjukkan kualitas dirinya dalam karya-karya berikutnya, atau ia selesai sampai di sini? Kita tunggu saja!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, dalam penafsiran saya, Labibah Zain justru sudah mencoba menjawab tantangan itu dengan menampilkan tiga cerpen ekstra di kumcernya kali ini: Perempuan, 17 tahun ; Perempuan di Sudut Taman; dan Perempuan Pengusung Tradisi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya sebut saja "ekstra" karena memang ketiganya lari dari konsistensi tema dunia maya atau dunia cyber. Namun toh dalam ketiga cerpen "ekstra" ini Labibah seolah menunjukkan bahwa ia sudah punya "stok nafas" untuk terus "berlari". Perempuan Pengusung Tradisi misalnya adalah salah satu cerpen favorit saya yang saya pikir bisa jadi "titik start" berikutnya bagi Labibah untuk berlari marathon di dunia sastra Indonesia. (baca: kenapa tidak dikembangkan jadi novel saja, mbak?)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Singapura, 12 November 2005&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;______&lt;br /&gt;Tentang Buku:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Addicted to Weblog: Kisah Perempuan dalam Dua Dunia&lt;br /&gt;Labibah Zain&lt;br /&gt;ed. 1 - Jakarta&lt;br /&gt;Pustaka Populer Obor, 2005&lt;br /&gt;xiv +196 hlm. 11 x 17 cm&lt;br /&gt;Kata Pengantar: Maman S Mahayana&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ps: Selamat ulang tahun buat Mbak Labibah "Maknyak" Zain. Semoga panjang umur..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh: Jaf di &lt;a href="http://jaf.suarane.com/?p=68"&gt;Weblog&lt;/a&gt; nya&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/18366779-113180574737332805?l=duniafiksi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://duniafiksi.blogspot.com/feeds/113180574737332805/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=18366779&amp;postID=113180574737332805' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18366779/posts/default/113180574737332805'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18366779/posts/default/113180574737332805'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://duniafiksi.blogspot.com/2005/11/la-rane-jaf-hafied-broadcaster.html' title='La Rane &quot;Jaf&quot; Hafied, Broadcaster, Jurnalis, Blogger di Singapore'/><author><name>Labibah</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-18366779.post-113177939691245698</id><published>2005-11-11T23:08:00.000-08:00</published><updated>2005-11-12T07:28:45.683-08:00</updated><title type='text'>-SyL- Pustakawan, Blogger di Jakarta</title><content type='html'>Addicted to Weblog -- Labibah Zain&lt;br /&gt;Judul: Addicted to Weblog: Kisah Perempuan dalam Dua Dunia&lt;br /&gt;Penulis: Labibah Zain&lt;br /&gt;ed. 1 - Jakarta&lt;br /&gt;Pustaka Populer Obor, 2005&lt;br /&gt;xiv +196 hlm. 11 x 17 cm&lt;br /&gt;Kata Pengantar: Maman S Mahayana&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya liburan puasa kemaren aku baca buku ini dan benar-benar terkesan. WOW! MakNyak emang TOB **pake kapital** deh!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cover:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cover buku kumpulan cerpen ini sudah cukup menarik perhatian. Dengan memberikan warna merah-hitam, berilustrasikan seorang wanita yang seperti tertarik masuk ke dalam komputer yg mencerminkan dunia maya, dan sebuah mata dengan tatapan beribu arti, sudah bisa menggambarkan isi dari kumpulan cerpen ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Isi cerita:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Addicted to Weblog, yg juga jadi judul kumpulan cerpen ini, membuatku tertawa geli sendiri, dan merasa kalau tulisan itu khusus ditujukan ke aku. Even suamiku bilang: "Ehemm.. remind you of someone?" Ketagihan nge-blog itu memang ada, dan itu nyata. Ending cerpen ini sama sekali tidak terduga. Tapi ending seperti itu juga yang menjadi harapan banyak ibu muda yang nge-blog, bahwa blog-nya suatu hari nanti bisa menjadi catatan kehidupan mereka dan keluarga. Syukur-syukur anak-anak mereka nerusin nge-blog, jadi tali silaturahmi di dunia maya ini gak akan terputus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dalam kumpulan cerpen ini, MakNyak memberikan identitas para 'peselancar' dunia maya dengan nama 'Sinta'. Dan memang ada banyak 'Sinta-Sinta' di dunia maya ini, Sinta-Sinta yang menyembunyikan identitasnya dan ingin menjadi orang lain, Sinta-Sinta yang menciptakan dunianya sendiri, Sinta-Sinta yang melarikan diri dari kemelut kehidupan nyata. Tapi tidak sedikit juga Sinta-Sinta yang menampilkan dirinya apa adanya. Tidak ada yang salah, tidak ada juga yang paling benar. Yang sebaiknya adalah jangan sampai ada Sinta-Sinta yang merusak komunitas blog dengan spam atau perkataan kasar yang menyinggung lainnya. Selayaknyalah Sinta-Sinta **siapapun mereka** menjunjung tinggi etika dalam ber-internet.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di kumpulan cerpen ini, yang jadi favoritku adalah cerita yang judulnya: Perempuan Pengusung Tradisi. Cerpen ini membuka dunia baru buatku. Komunitas ini menarik sekali bila bisa digali lebih dalam. Cerpen ini bisa menghisap pembacanya ke dalam dunia lain, dan merasa sedikit kecewa ketika cerita ini harus berakhir. Seolah masih ada yang belum diceritakan, seolah masih banyak yang seharusnya bisa di share tentang komunitas Arab di Indonesia ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Editing:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayangnya, masih terdapat kesalahan-kesalahan ketik didalam buku ini, yang membuat pembaca seperti melewati polisi tidur dijalanan mulus. Contoh: halaman 123, penulis terkenal Sidney Sheldon ditulis Shedney Sheldon. Untuk pembaca yang teliti, kesalahan ini cukup mangganggu. Perlu editing yang lebih baik lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesimpulan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara keseluruhan, kumpulan cerpen ini patut mendapatkan acungan jempol(s) karena kepiawaian MakNyak mengangkat fenomena yang terjadi ke dalam cerita. Kisah yang ada didalamnya benar-benar menggambarkan kehidupan ber-internet yang dialami oleh para 'surfer' dunia maya. Buat para blogger/chatter/'surfer', buku ini seperti cermin aja, kita bisa berkaca didalamnya. Dan buat yang ingin berkenalan dengan dunia ini, sok atuh baca buku ini, rekomen deh!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;posted by &lt;a href="http://nanmay.blogspot.com/"&gt;-syl-&lt;/a&gt; @ 8:44 PM&lt;br /&gt;di &lt;a href="http://book-corner.blogspot.com/2005/11/addicted-to-weblog-labibah-zain.html"&gt;Book Corner&lt;/a&gt; nya&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/18366779-113177939691245698?l=duniafiksi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://duniafiksi.blogspot.com/feeds/113177939691245698/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=18366779&amp;postID=113177939691245698' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18366779/posts/default/113177939691245698'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18366779/posts/default/113177939691245698'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://duniafiksi.blogspot.com/2005/11/syl-pustakawan-blogger-di-jakarta.html' title='-SyL- Pustakawan, Blogger di Jakarta'/><author><name>Labibah</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-18366779.post-113133623898495919</id><published>2005-11-06T20:02:00.000-08:00</published><updated>2005-11-07T05:58:10.653-08:00</updated><title type='text'>Andi Darmawan, Blogger  di Jakarta</title><content type='html'>Addicted to Weblog, sebuah Review&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peringatan: Review ini akan berisi ulasan tentang sebuah buku kumpulan cerpen berjudul "Addicted to Weblog" dan di dalam review ini akan di review setiap cerpen-cerpen yang berada di dalam buku tersebut. Jika anda belum membaca buku tersebut, sebaiknya tidak membaca review ini karena akan mengurangi kenikmatan dalam membaca kumpulan cerpen tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semalam, ditemani oleh sebotol teh botol dingin, sebuah roti isi strawberry dan beberapa batang marlboro merah, saya membaca sebuah buku karangan seorang blogger yang dikenal dengan sebutan maknyak yang juga sebagai founder dari blogfam, yang berjudul "Addicted to Weblog".&lt;br /&gt;Saya yang sudah lama tidak membaca novel atau buku-buku cerita lain, tertarik untuk membeli dan membaca kumpulan cerpen ini karena judulnya yang membawa nama weblog dan karena saya tahu bahwa pengarangnya pun seorang blogger yang cukup dikenal oleh blogger-blogger yang lain.&lt;br /&gt;Kumpulan cerpen ini berisi 8 buah cerpen yang isi ceritanya (menurut saya) sangat bagus dan dengan cara penulisan yang bagus. Dan untuk pertama kalinya setelah beberapa tahun, saya bisa membaca sebuah buku sampai habis hanya dengan waktu beberapa jam saja.&lt;br /&gt;Cerpen-cerpen yang terdapat di dalam buku ini membuat saya hanyut dalam ceritanya, seakan-akan saya menjadi bagian dari cerita tersebut. Dengan menyebutkan beberapa nama blogger lain seperti vi3, Linda, dan uyet membuat kisah-kisah tersebut seakan nyata, bukan hanya fiksi belaka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cerpen 1: Addicted to Weblog: Kisah Perempuan dalam Dua Dunia&lt;br /&gt;Cerpen ini sangat bagus. Menceritakan efek positif dan efek negatif sebuah weblog bagi seorang blogger. Akhir cerita yang tidak dapat ditebak, dan seakan-akan membuat kita (para blogger) untuk mulai berkaca, bahwa weblog bukan segalanya. Walaupun weblog bisa dianggap penting oleh para blogger, tetapi kita tidak boleh melupakan tanah yang kita pijak, karena masih ada hal-hal yang lebih penting di dunia nyata. Cerita ini bagus untuk dibaca oleh para blogger dan calon blogger.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cerpen 2: Perempuan dan Lelaki Maya&lt;br /&gt;Kejadian di dunia nyata bisa terbawa ke dunia maya dan kejadian di dunia maya bisa terbawa ke dunia nyata. Mungkin ini pesan yang ingin disampaikan oleh maknyak dalam cerpen ini. Dengan melalui internet, kita bisa menjadi seseorang yang tidak dikenal oleh teman di dunia maya walaupun sebenarnya kita mengenal orang tersebut di dunia nyata. Emosi yang diciptakan di dunia maya bisa menjadi emosi yang nyata di dunia nyata, bahkan bisa menciptakan permusuhan. Dan percakapan-percakapan yang terjadi di dunia maya bisa membuat seseorang menjadi lupa akan statusnya di dunia nyata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cerpen 3: Perempuan Dalam Kegelapan&lt;br /&gt;Hikmah yang saya ambil dari cerpen ini adalah betapa pentingnya untuk menjaga keharmonisan rumah tangga dengan komunikasi yang baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cerpen 4: Perempuan itu Bernama Sinta&lt;br /&gt;Di dunia maya, kita belum tentu tahu siapa lawan bicara kita. Karena di dunia maya, seseorang bisa menjadi siapapun yang ia mau. Baik itu menyamarkan bentuk fisik, atau bahkan jenis kelamin. Seperti pada cerpen ke-2, dimana emosi seseorang di dunia maya bisa terbawa ke dunia nyata. Terutama jika kita sudah mempercayai lawan bicara kita di dunia maya. Walaupun belum pernah bertemu di dunia nyata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cerpen 5: Perempuan dalam Dua Etalase&lt;br /&gt;Dari dunia maya, bukan hanya cinta yang bisa lahir, tetapi nafsu pun bisa terlahir dari percakapan-percakapan di dunia maya. Dengan adanya teknologi webcam kita bisa melihat secara langsung lawan bicara kita dan tidak perlu memvisualisasikan secara abstrak bagaimana rupa sang lawan bicara. Sudah diketahui oleh umum bahwa dengan internet kita bisa mengumbar nafsu baik hanya sekedar cybersex atau bahkan bisa berlanjut di dunia nyata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cerpen 6, 7 dan 8&lt;br /&gt;Cerpen-cerpen ini lebih menitik beratkan ke budaya, tradisi dan religi. Dimana kita harus tetap menjaga budaya dan tradisi dan tetap ingat kepada Allah SWT, agar tidak terjerumus kedalam kemaksiatan. Juga menggambarkan betapa pentingnya komunikasi personal dan kejujuran antara mahluk Adam. Walaupun cerpen-cerpen ini tidak menceritakan tentang pengaruh dunia maya, tetapi cerpen-cerpen ini sangat menarik dari sisi cerita, penulisan dan pesan moralnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara keseluruhan, kumpulan cerpen-cerpen ini sangat menarik untuk dibaca, baik oleh para blogger, calon blogger, bahkan non-blogger. Buku ini bisa digunakan sebagai cermin dan mengingatkan kita bahwa apapun bisa terjadi di dunia maya. Dengan mengambil tokoh perempuan sebagai peran utama, memperingatkan para perempuan agar berhati-hati di dunia maya, karena pelecehan-pelecehan sering terjadi di dunia maya dan korbanya sebagian besar adalah perempuan walaupun tidak sedikit lelaki yang menjadi korban para perempuan di dunia maya. Jadi jangan lupa untuk membaca buku kumpulan cerpen ini, ok? Dijamin ngga akan rugi!&lt;br /&gt;Untuk review-review dari para blogger yang lain bisa dibaca di http://duniafiksi.blogspot.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Review ini saya persembahkan untuk maknyak atas hasil karyanya yang bagus dan menarik. Saya tunggu hasil hasil karya berikutanya tentang dunia weblog. Terutama cerita-cerita seperti cerpen yang pertama, agar banyak orang bisa melihat bahwa weblog tidak hanya sekedar curhatan yang dipindahkan ke web, tetapi lebih dari itu, sebagai sarana silaturahmi, berbagi pengalaman ataupun sebagai sarana untuk berbagi ilmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh : &lt;a href="http://belutz.blogspot.com/"&gt;Andi Darmawan aka Belutz di weblognya&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/18366779-113133623898495919?l=duniafiksi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://duniafiksi.blogspot.com/feeds/113133623898495919/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=18366779&amp;postID=113133623898495919' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18366779/posts/default/113133623898495919'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18366779/posts/default/113133623898495919'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://duniafiksi.blogspot.com/2005/11/andi-darmawan-blogger-di-jakarta.html' title='Andi Darmawan, Blogger  di Jakarta'/><author><name>Labibah</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-18366779.post-113131115689906638</id><published>2005-11-06T13:03:00.000-08:00</published><updated>2005-11-07T05:55:46.753-08:00</updated><title type='text'>Kenz, Blogger di Yogyakarta</title><content type='html'>Addicted to WebLog: Kisah Perempuan dalam Dua Dunia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jumat, 04.11.2005&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Ketika shoutbox dan fasilitas komentar menghilang&lt;br /&gt;silaturahmiku habis dimakan jarak&lt;br /&gt;blogku kehilangan jejak&lt;br /&gt;mikrajku tertunda&lt;br /&gt;tak ada tamu menyapa&lt;br /&gt;beranda rumah jadi tempat bertapa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika bandwith melebihi batas&lt;br /&gt;separuh hidup kita terlepas&lt;br /&gt;tak mampu bergerak&lt;br /&gt;apalagi berkata-kata&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika para cracker, spammer dan para&lt;br /&gt;pemaki bertandang&lt;br /&gt;tubuh terasa diperkosa&lt;br /&gt;jiwa menangis darah&lt;br /&gt;keteduhan berubah menjadi air mata&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itu adalah sajak para blogger yang saya baca dalam kumpulan cerpen Addicted to Weblog : Kisah Perempuan dalam Dua Dunia yang ditulis oleh Ibu Labibah Zain *Founder Blogfam* atau yang sering dipanggil maknyak oleh anak-anak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kumpulan cerpen ini cukup menarik, karena menceritakan kisah-kisah kehidupan perempuan Indonesia dalam segala sisi tradisi, budaya dan gaya hidup. Fenomena nyata kehidupan perempuan yang berkolaborasi dengan pengalaman nyata Maknyak sebagai seorang ibu rumah tangga dan yang juga seorang blogger menghasilkan cerita fiksi yang mendekati dengan kenyataan yang sebenarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai seorang blogger saya tertarik dengan dua cerita pendek yang ada dalam buku kumpulan cerpen ini. Cerpen yang pertama berjudul Addicted to WebLog: Kisah Perempuan dalam Dua Dunia dan cerpen yang kedua berjudul Perempuan dan Lelaki Maya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Addicted to WebLog: Kisah Perempuan dalam Dua Dunia. Sungguh suatu cermin bagi para blogger, hampir semua blogger mengalami fase ini yaitu fase "addict" atau fase kecanduan ngeblog. Kisah ini menceritakan bagaimana seorang ibu muda yang mulai kecanduan untuk mengelola weblognya sampai-sampai kehidupan rumah tangganya terganggu karena kegemarannya itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini adalah gambaran nyata yang dialami banyak blogger Indonesia yang ternyata banyak juga yang diantaranya adalah ibu-ibu muda yang baru memulai kehidupan rumah tangga. Maknyak dengan jeli menangkap fenomena ini, digambarkan bagaimana fasilitas internet dan juga waktu luang ibu-ibu muda menjadi semacam kondisi pemicu yang memotivasi para ibu-ibu muda itu membuat blog. Hasrat untuk menjalin komunikasi dengan teman-teman baru setelah memasuki masa perkawinan yang terikat dalam dunia rumah tangga membuat para ibu muda nyaman dalam aktivitas menulis blog. Mereka bisa dengan bebas mengespresikan segala hal di blognya tanpa meninggalkan rumah mereka yang nyata, bahkan menata blog seperti menata rumahnya sendiri. Bisa jadi blog adalah rumah kedua bagi mereka yang terletak di lain dunia sehingga kehidupan pun terbagi dalam dua dunia yaitu dunia nyata dan dunia maya, seperti yang tertulis dalam judul cerpen ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam cerita ini Maknyak cukup pintar untuk menceritakannya dari sudut pandang laki-laki atau suami sang blogger, dengan sudut pandang tersebut cerita terkesan tidak monoton dan lebih banyak sisi yang bisa dieksplorasi dari kehidupan blogger itu sendiri. Masalah-masalah yang timbul akibat aktivitas blog baik teknis maupun konflik interpersonal sebagai blogger pemula runtut tergambar dalam cerita ini, sampai pada akhirnya bagaimana seorang ibu muda yang tega menelantarkan pekerjaan rumah tangga dan anak-anaknya karena keasyikan ngeblog. Aneh bukan? tapi demikianlah kenyataannya bukan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perempuan dan Lelaki Maya. Pada cerpen yang kedua Maknyak masih bercerita tentang kehidupan blogger yang dibalut dengan kisah asmara antara Sinta dan Arjuna. Kisah asmara dalam dunia maya yang terjalin melalui komunikasi tulisan-tulisan baik melalui blog ataupun chatting. Lagi-lagi cerita ini merupakan gambaran nyata dari fenomena jatuh cinta di kalangan para netter yang cintanya bersemi diantara rangkaian kata tertata dalam blog ataupun ketikan kata dan emoticons bahasa chatting.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fenomena-fenomena dunia maya, meski tidak mendetail digambarkan dalam cerita kedua ini. Mulai dari email, weblog, chatting sampai pada fenomena dari sisi buruk internet yaitu anonimitas. Seperti yang kita ketahui bahwa di dunia maya, ternyata juga dipenuhi oleh para pengecut yang menyembunyikan dirinya di balik anonimitas dunia maya. Pengecut-pengecut ini terkenal suka sekali membuat onar di dunia maya, baik dengan komentar-komentarnya yang asal bunyi ataupun mungkin dengan menggunakan nama orang lain untuk mengadu domba para blogger. Maknyak juga menggambarkan bagaimana kejengkelan para blogger yang menjadi korban dari para pengecut yang bersembunyi di balik proxy-proxy anonim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cerpen kedua ini lebih banyak menggambarkan bagaimana suatu hubungan interaksi personal terjalin dalam dunia maya. Hubungan emosional yang terjalin dengan persepsi internal masing-masing individu dengan hanya mempersepsi tulisan tanpa melihat persepsi ekspresi bahasa tubuh lawan bicaranya. Suatu fenomena yang unik dalam dunia maya, ketika seorang tidak lagi mengandalkan apa yang dilihat dan dirasakannya untuk membangun persepsi eksternal, namun lebih banyak bermain dalam ruang lingkup persepsi internal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam dunia maya kita bebas menjadi apa dan siapa, begitu pula kita juga bebas mempersepsi orang lain di dunia maya seperti yang kita inginkan. Dari cerpen yang kedua ini kita sekali lagi diajak untuk bercermin dengan realitas bahwa dunia maya adalah permainan persepsi, yang bisa membuat kita jatuh terjebak dalam perselingkuhan cinta dengan perempuan-perempuan maya ataupun laki-laki maya. Sama seperti Sinta yang pada akhirnya harus menyerah dalam dekapan laki-laki maya yang lain selain Arjuna, yang ternyata adalah suaminya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara keseluruhan cerpen yang memiliki tebal 191 halaman ini cukup baik dalam mengangkat tema-tema perempuan khususnya dalam tradisi, dan budaya. Cerpen pertama dan kedua dalam kumpulan cerpen ini sangat baik dibaca oleh para blogger sendiri baik pemula maupun yang telah lama menjadi blogger sebagai cerminan dari perilaku kecanduan mereka terhadap aktivitas menulis blog. Para pemerhati blogger dan kaum awam juga disarankan untuk membaca cerpen ini untuk mengetahui gambaran kehidupan sehari-hari seorang blogger bersama dengan fenomena-fenomena di dunia maya lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya sendiri memiliki beberapa pertanyaan yang muncul ketika membaca kumpulan cerpen ini. Mengapa Maknyak banyak menggunakan tokoh perempuan-perempuan muda yang telah menikah, ataupun sedang menuju pada pernikahan? Mengapa Maknyak cenderung bercerita dengan vulgar dan memasukkan unsur-unsur seksualitas dalam cerpen-cerpen tersebut? Hehehe…. Setelah membaca halaman 191 pada empat kata terakhir sayapun akhirnya tersenyum, benarkah demikian? Nah untuk mengetahui jawabannya, silakan beli bukunya di toko-toko buku favorite Anda…..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat Ulang Tahun Maknyak!!&lt;br /&gt;[3 November 2005]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh: kenz di &lt;a href="http://kenz.web.ugm.ac.id/151280/art-lihat.php?octaveerid=206"&gt;weblog&lt;/a&gt; nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Thank you Kenz.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/18366779-113131115689906638?l=duniafiksi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://duniafiksi.blogspot.com/feeds/113131115689906638/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=18366779&amp;postID=113131115689906638' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18366779/posts/default/113131115689906638'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18366779/posts/default/113131115689906638'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://duniafiksi.blogspot.com/2005/11/kenz-blogger-di-yogyakarta.html' title='Kenz, Blogger di Yogyakarta'/><author><name>Labibah</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-18366779.post-113044330220159972</id><published>2005-10-27T12:56:00.000-07:00</published><updated>2005-11-07T05:55:21.600-08:00</updated><title type='text'>Linda, Blogger, Jakarta</title><content type='html'>"Kepiawaian Maknyak begitu kami (anggota blogfam) biasa menyebut ibu dari Akyasa Adiba dan Danial A Allaudzai serta istri dari Bapak Aly D. Musyirfa yang sedang mengandung anak ketiganya dan masih menyelesaikan program S3nya di Montreal Canada yang merupakan President Blogfam, dalam merangkaikan kata-kata dalam sebuah kumpulan cerpen. Ibu yang satu ini memang patut diacungi 4 jempol *tak pinjem maknyak jempolnya*, karna kreativitas dan bakatnya yang luar biasa. Coba bayangkan bagaimana tidak luar biasa, sudah mengurus rumah tangga dengan 2 orang anak dan masih menyelesaikan S3-nya lalu belakangan juga mual-mual karna memang sedang mengandung anak ketiganya, serta segudang kegiatan yang banyak menyita waktu masih saja sempat menulis buku. Ibu yang satu ini juga jago menulis puisi. Bagi kami (blogfamers), Maknyak emang orang yang sangat luar biasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kumpulan cerpen ini, Maknyak menuliskan cerita-cerita yang mungkin sering kita jumpai dalam kehidupan sehari² khususnya dalam dunia maya lebih spesifiknya lagi dalam dunia chatting. Dengan berbagai macam karakter orang, yang mungkin juga adalah kisah nyata yg sering kita jumpai. Karna kita tidak pernah tau karakter sebenarnya dari teman chatting kita. Sebab tak jarang yang memakai identitas palsu, yang laki-laki mengaku perempuan, yang perempuan mengaku laki-laki, yang sudah berkeluarga mengaku single, dan berbagai macam karakter lainnya yang diciptakan. Begitulah Maknyak menceritakannya dalam buku ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi Maknyak membuat bulu kuduku merinding saat selesai membaca bagian pertama buku ini. So buat kalian semua, tunggu apa lagi. Ayo buruan beli buku ini, jangan sampe keabisan ya :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masukan untuk Toko Buku Gramedia dimana pun berada khususnya yang di Blok M, mestinya buku ini berada di rak New Arrival atau Buku Baru biar yang mau beli ndak repot-repot mencari :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maaaaaaaaaaak, kapan mudik lagi. Kalo kopdaran aku mo minta tandatangannya ya ;)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh &lt;a href="http://nice-green.blogspot.com/"&gt;Linda&lt;/a&gt; di &lt;a href="http://nicegreen.multiply.com/reviews/item/6"&gt;Multiply&lt;/a&gt; nya&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/18366779-113044330220159972?l=duniafiksi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://duniafiksi.blogspot.com/feeds/113044330220159972/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=18366779&amp;postID=113044330220159972' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18366779/posts/default/113044330220159972'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18366779/posts/default/113044330220159972'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://duniafiksi.blogspot.com/2005/10/linda-blogger-jakarta.html' title='Linda, Blogger, Jakarta'/><author><name>Labibah</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-18366779.post-113044287286515980</id><published>2005-10-24T12:52:00.000-07:00</published><updated>2005-11-07T05:54:19.870-08:00</updated><title type='text'>Hamid N, Dosen,Jakarta, by email</title><content type='html'>Saya kemarin ngabuburit sama anak isteri di Gramedia Bintaro. Eh,&lt;br /&gt;nemu kumpulan cerpenmu. Padahal dua minggu yang lalu saya tak menemukan bukumu di Gramedia BSD. Saya beli satu.&lt;br /&gt;lumayan mahal, 29.000 rupiah. Padahal bukune kecil (buku saku), dan tidak begitu tebal. Tapi covernya cukup menarik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Komentar?&lt;br /&gt;Pertama, masih&lt;br /&gt;banyak salah ketik (misspelling dan miswriting), yang mungkin untuk orang&lt;br /&gt;seperti saya cukup mengganggu, kecuali memang misspelling itu disengaja,&lt;br /&gt;misalnya "bijimana" . Mungkin perlu editor&lt;br /&gt;yang agak canggih lah, tanpa mengurangi gaya bertuturmu yang sudah bagus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, kesanku ternyata anda itu feminis ya?&lt;br /&gt;maksudku cerpenmu itu not just cerpen, but very-very ideological.&lt;br /&gt;Tetapi delicious untuk dibaca dan perlu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga, anda sudah punya knowledge tentang tetek bengek seputar nginternet. Sebagai "peradaban" baru, dunia yang satu ini sangat layak untuk&lt;br /&gt;dieksplorasi lebih jauh gitu. Tapi ya temanya jangan cuma&lt;br /&gt;cinta-cintaan, tapi juga yang lain. Aku senang dengan cerpenis-cerpenis&lt;br /&gt;spesialis, misalnya dulu Satyagraha Hurip (alm.) yang selalu menulis&lt;br /&gt;cerpen tentang kejahatan kerah putih, atau Ahmad Tohari yang selalu nulis&lt;br /&gt;tentang wong-wong kere, atau Danarto.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keempat, justru cerpen anda tentang Perempuan Pengusung tradisi itu yang paling asyik. Saya usul bagaimana kalau cerpen itu dibuat saja versi extendednya, sehingga bisa jadi novel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alasannya:&lt;br /&gt;pertama, sekarang kan lagi trend multikulturalisme atau cultural studies.&lt;br /&gt;rupanya globalisasi tidak mampu menghalangi --atau malah menyebabkan--&lt;br /&gt;orang untuk berlomba-lomba menunjukkan identitas kulturalnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kedua, cerpen itu sudah bisa jadi bahan dasar. mungkin hanya perlu sedikit riset, sehingga cerita itu tidak berdasar common sense saja. cerita itu sendiri bisa diperkaya dengan karakter-karakter yang lebih mendalam dari tokoh-tokohnya: habibah, ucin, aldi , liya, dan seterusnya.&lt;br /&gt;mungkin satu tokoh bisa satu bab. terus bisa juga diperdalam apa itu&lt;br /&gt;al-mustofa,  pasar kliwon, dan sebagainya karena tradisi tersebut adalah sebuah teks yang hidup didalam sebuah komunitas yang akan lebih asyik kalau ada penjelasan lebih detil berdasarkan riset.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;pokoknya teruskan itu cerita-ceritamu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat. Sekarang bukumu sedang di baca nyonyah saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh : Hamid Nasuhi di emailnya&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/18366779-113044287286515980?l=duniafiksi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://duniafiksi.blogspot.com/feeds/113044287286515980/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=18366779&amp;postID=113044287286515980' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18366779/posts/default/113044287286515980'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18366779/posts/default/113044287286515980'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://duniafiksi.blogspot.com/2005/10/hamid-n-dosenjakarta-by-email.html' title='Hamid N, Dosen,Jakarta, by email'/><author><name>Labibah</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-18366779.post-113044269816240916</id><published>2005-10-16T12:48:00.000-07:00</published><updated>2005-11-07T05:54:56.233-08:00</updated><title type='text'>Kenz , Yogya, di Blogfam</title><content type='html'>ya jelas bagus banget deh bukuna...&lt;br /&gt;dari sisi psikologi cerita-cerita di buku itu menggambarkan bagaimana perilaku-perilaku blogger (*khususnya perempuan) dalam kehidupan nyata sehari-harinya, bahkan sisi khas internet bagaimana seseorang berperilaku anonim/membuat karakter tertentu juga diceritakan.... lengkap deh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;cuman yang bikin kenz kaget itu waktu baca bagian..... hihihihi...&lt;br /&gt;Herman yang memperkosa si Sinta....... wah merinding saya baca bagian ini.... ternyata cerpen 17th keatas nih.... hihihihi..... &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://kenz.web.ugm.ac.id/151280/index.php"&gt;Oleh Kenz&lt;/a&gt; di &lt;a href="http://blogfam.com"&gt;Blogfam&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/18366779-113044269816240916?l=duniafiksi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://duniafiksi.blogspot.com/feeds/113044269816240916/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=18366779&amp;postID=113044269816240916' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18366779/posts/default/113044269816240916'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18366779/posts/default/113044269816240916'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://duniafiksi.blogspot.com/2005/10/kenz-yogya-di-blogfam.html' title='Kenz , Yogya, di Blogfam'/><author><name>Labibah</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
