Monday, November 06, 2006

Jawa Pos(31/10/06) Yudha Kurniawan

Terjerat Candu Internet


Sejak internet melanda, fasilitas-fasilitas ajaibnya telah membuat dunia semakin sempit. Tinggal klik, maka para pengguna internet sedunia bisa akrab berkomunikasi tanpa batas.

Fenomena unik ini dicatat oleh Labibah Zain, cerpenis asal Kanada ke dalam kumpulan cerpennya yang berjudul Addicted to Weblog. Dari sini, bisa dilihat tema apa yang diangkat oleh cerpenis ulung ini. Dari delapan cerpen, lima di antaranya mengusung tema dunia maya. Uniknya, tokoh utama kebanyakan dari gender perempuan.

Labibah sengaja menampilkan tokoh perempuan dengan anggapan bahwa perempuan sangat rentan terhadap dampak-dampak negatif dunia cyber. Contohnya pada cerpen pertama buku ini, Addicted to Weblog. Tokoh utamanya adalah ibu rumah tangga yang keranjingan nge-blog. Setiap hari kerjanya hanya mengurusi blog dan "berselancar" milik temannya.

Mulanya, dia bisa membagi waktu. Namun, makin hari, dia semakin melupakan kewajibannya sebagai istri. Blog-blog tersebut jadi candu. Dia tak pernah lagi memasak untuk anak dan suaminya. Perempuan itu, seolah-olah tak dapat hidup tanpa internet.

Cerpen kedua lebih seru. Ada Sinta yang menjadi korban teror internet. Ada juga Petty di Perempuan dalam Kegelapan yang jatuh cinta pada seorang pria yang dikenalnya lewat chatting. Petty mabuk kebayang sehingga nekad meninggalkan suami dan memilih hidup bersama tanpa menikah dengan pria dari internet itu.

Agaknya Labibah berusaha mengangkat tema gender dalam cerpennya. Perempuan dalam pandangan Labibah digambarkan sebagai makhluk lemah. Mereka mudah dirayu. Dia juga berusaha mengingatkan para perempuan akan bahaya internet. Bahwa globalisasi tak sepenuhnya bermanfaat baik.

Judul buku : Addicted to Weblog
Penulis : Labibah Zain
Penerbit : Pustaka Populer Obor
Tahun : 2005
Tebal : 191 hlm


Yudha Kurniawan
kekar110@****.com

di Muat di Jawa Pos

No comments:

Post a Comment